Mengenal Lasminingrat, Cendekiawan Sunda yang Jadi Tokoh Google Doodle Hari ini – Liputan Online Indonesia

Mengenal Lasminingrat, Cendekiawan Sunda yang Jadi Tokoh Google Doodle Hari iniMengenal Lasminingrat, Cendekiawan Sunda yang Jadi Tokoh Google Doodle Hari ini. Foto: dok.kompas.com

liputanbangsa.com – Google doodle hari ini, Rabu (29/4/2023) menampilkan sosok perempuan Indonesia bernama Lasminingrat di halaman utama Google. Dalam ilustrasi tersebut terdapat siluet guru sedang mengajari muridnya menulis di papan tulis di suatu tempat.

Ilustrasi tersebut dipajang untuk merayakan Hari Ulang Tahun ke-149 Lasminingrat. Lalu siapa sebenarnya Lasminingrat itu sampai menginspirasi Google untuk membuatkan ilustrasinya?

Mengenal Lasminingrat sang cendekiawan Sunda

Perempuan yang bernama Raden Ayu Lasminingrat adalah seorang penulis sekaligus cendekiawan Sunda. Lasminingrat juga turut dikenal sebagai perempuan intelektual pertama yang ada di Indonesia.

Lasminingrat lahir 29 Maret 1854 di Garut, Jawa Barat dan merupakan pelopor pendidikan pertama di Indonesia sebelum R.A Kartini dan Dewi Sartika. Sebab, kedua tokoh perempuan tersebut masing-masing lahir pada 1879 dan 1884.

Lasminingrat (tengah) Cendekiawan Sunda dan Pelopor Pendidikan Pertama Di Indonesia. Foto: dok.pinterest.com

Lasminingrat sendiri merupakan anak dari pasangan Raden Ayu Ria dan Raden Haji Muhamad Musa. Kedua orang tuanya dikenal sebagai pelopor sastra cetak dan menempuh pendidikan sarjana Sunda.

Semasa mudanya, Lasminingrat berambisi untuk melanjutkankan pendidikannya. Sampai akhirnya menginjak remaja, Lasminingrat melanjutkan pendidikan di Sumedang.

Saat itu Lasminingrat harus terpisah dari keluarganya dan diasuh oleh teman ayahnya, Levyson Norman yang merupakan warna negara Belanda.

Selama tinggal bersama, Norman mengajari Lasminingrat cara membaca dan menulis bahasa Belanda, dan menjadikannya perempuan pertama Indonesia yang fasih membaca serta menulis bahasa Belanda.

Setelah fasih berbahasa asing, Lasminingrat bercita-cita untuk mendorong kesetaraan pendidikan perempuan di Indonesia.

Lasminingrat menggunakan kemampuan literasi bahasanya, untuk mengadopsi dongeng-dongeng dari Eropa ke bahasa Sunda dan mulai mengajar anak-anak pribumi pada tahun 1879 bersama ayahnya.

Melalui karya bukunya, Lasminingrat ingin mengenalkan kepada anak-anak pribumi tentang duni internasional, khususnya budaya asing di luar Indonesia.

Pada 1907, Lasminingrat mendirikan sebuah sekolah bernama “Sekolaha Keutamaan Istri”. Ia menjadikan sekolah ini sebagai wadah untuk memberdayakan perempuan Indonesia agar bisa membaca, menulis, dan sebagainya.

Sekolah tersebut pun berhasil berkembang dan memiliki 200 siswa yang terdiri dari lima kelas. Sekolah Keutamaan Istri juga diakui oleh pemerintah Hindia Belanda pada 1911. Perkembangan sekolah itu pun meluas ke kota-kota lain, seperti Wetan Garut, Cikajang, dan Bayongbong.

Itulah perjuangan dan teladan yang diberikan Lasminingrat selama hidupnya. Perempuan berjasa itu menutup usianya pada 10 April 1948 dalam usia 105 tahun. Perjuangannya memajukan pendidikan dilanjutkan oleh saudaranya, Purnamaningrat.

Melihat perjalanan hidupnya yang mampu memberikan dampak bagi dunia pendidikan, khususnya menyetarakan kedudukan wanita, diapresiasi oleh Google melalui Goodle doodle hari ini.

(heru/lbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *