Makna Desain Melengkung Kubah Gereja Blenduk Kota Lama Semarang, Sudah Tahu? – Liputan Online Indonesia

SEMARANG, liputanbangsa.comPelesir ke Kota Lama rasanya belum lengkap kalau belum menyaksikan dari dekat Gereja Blenduk yang berlokasi di Jl. Letjen Suprapto no. 32, Semarang.

Dikutip dari situs resmi GPIB Immanuel Semarang, Gereja Immanuel adalah nama resmi Gereja Blenduk Semarang.

Orang menyebutnya “Blenduk” karena bentuk atapnya bulat (blenduk atau gendut dalam Bahasa Jawa).

Menurut arsip Kota Semarang, Gereja Blenduk didirikan sekitar tahun 1750 oleh para pendatang Portugis, lalu direnovasi sebanyak tiga kali di tahun 1794 dan 1894-1895 oleh para pendatang Belanda.

Ciri khas Gereja Blenduk Semarang adalah kubah atau dome melengkung yang merupakan ciri gaya neo klasik bangunan gereja di Eropa di abad 16-17.

Kubah ini menaungi bangunan utama gereja yang berbentuk segi delapan, yaitu ruang ibadah jemaat yang dapat menampung sekitar 400 orang.

Di sini terdapat mimbar khotbah yang sudah ada sejak gereja Kristen Protestan ini didirikan. Begitu pula deretan kursi rotan tempat duduk jemaat yang tampak terawat dan kokoh.

Kubah yang merupakan elemen arsitektur zaman Romawi kuno bisa juga kita lihat di bangunan rumah ibadah lain, seperti gereja Katolik, gereja Kristen Ortodoks, dan masjid.

Kubah telah dianggap lebih dari sekadar fenomena arsitektur, melainkan juga lambang suatu keyakinan agama.

Sebab sering dipandang sebagai lambang surga, kubah didekorasi dan dihias sesuai makna ini.

Dikutip dari John Canning & Co, bentuk kubah yang melingkar melambangkan keabadian, sementara puncak kubah yang merupakan titik tertinggi bangunan mengarah ke langit.

Di balkon sebelah utara ruang ibadah teronggoklah sebuah orgel tabung/ organ Baroque, bentuknya mirip piano kecil yang dilengkapi semacam pipa-pipa di bagian atasnya.

Sayangnya, piano antik buatan P. Farwangler dan Hummer ini sudah rusak dan tidak bisa dimainkan.

 

Cara Menuju Gereja Blenduk Semarang

Bagi Anda yang tinggal di luar Kota Semarang dan ingin mengunjungi Gereja Blenduk, cara termudah adalah naik kereta api yang berhenti di Stasiun Tawang, Semarang.

Menurut Moovit, dari Stasiun Tawang Anda cukup berjalan kaki sekitar 8 menit untuk sampai di gereja ini.

Pilihlah kereta api yang sampai pagi atau siang hari di Semarang, agar Anda punya banyak waktu untuk melihat-lihat sekeliling.

Apabila Anda bepergian ke Semarang dengan bus, silakan naik Trans Semarang yang transit di sekitar Gereja Blenduk, yaitu jalur 1, 3A, 4, dan 8.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *