Masih Jadi Konsen Utama, Kemendikbud Perhatikan Bullying dan Kekerasan Seksual – Liputan Online Indonesia

ByAfifah Agustin

9 Maret 2023
kemendikbudMasih Jadi Konsen Utama, Kemendikbud Perhatikan Bullying dan Kekerasan Seksual - Liputan Online Indonesia. Foto: dok.kompas.com

liputanbangsa.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) menyatakan bullying dan kekerasan masih menjadi konsen utama. Hal itu karena bullying maupun kekerasan seksual terus menjadi masalah penting di lingkungan pendidikan.

Anindito Aditomo selaku Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek menegaskan, “Jadi ini konsen kami, jadi indikator utama kerja kami,” ujarnya, Rabu (8/3/).

Pemerintah daerah (Pemda) diperlukan bantuannya untuk menurunkan aksi bullying dan kekerasan di dunia pendidikan, menurut Anindito. Pemda yang mempunyai kinerja baik di dunia pendidikan, pasti bullying dan kekerasan akan berkurang.

“Saat ini masih ada 24 persen daerah rawan yang mengalami kekerasan atau bullying di lingkungan pendidikan,” tegas pria yang kerap disapa Nino ini.

Permasalahan bullying dan kekerasan seksual ini harus menjadi perhatian tenaga pendidik, yakni guru dan kepala sekolah.

“Sekarang guru dan Kepsek sudah banyak yang paham tentang ini. Maka akan bisa kurangi bullying dan kekerasan ini, tapi memang perlu waktu,” jelas Nino. Kemendikbud juga menaruh harapan ke semua pihak, agar bisa mengurangi bullying dan kekerasan ini.

“Pelibatan publik, pelibatan stakeholder juga diperlukan. Semoga kegaduhan ini bisa kita tangani, ada proses di balik layar yang sensitif. Sebelum kita luncurkan ke skala nasional,” ungkapnya.

Saat ini sudah banyak yang berani melapor tindakan bullying dan kekerasan usai dikeluarkannya Permendikbud kekerasan seksual.

“Ini terjadi di perguruan tinggi, yang tadinya dianggap itu kenakalan biasa, sekarang sudah banyak yang melapor, adanya peraturan itu,” tandas dia. (afifah/lbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *