SURAKARTA, liputanbangsa.com – Masjid Raya Sheikh Zayed Solo diresmikan Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada Rabu (1/3). Secara perdana, ratusan warga hingga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo serta Wakil Presiden Ma’ruf Amin laksanakan salat subuh berjemaah di masjid tersebut.
Usai muadzin selesai mengumandangkan adzan, rombongan Wakil Presiden dan Ganjar Pranowo tiba di Masjid Raya Sheikh Zayed sekitar pukul 04.30. Keduanya langsung mengambil saf paling depan. Sementara, saat bersamaan jemaah lain sebagian sudah berada di dalam dan sisanya masih mengalir masuk ke dalam masjid untuk laksanakan salah subuh berjemaah.
Salat berjemaah itu berlangsung khusyuk. Wapres Ma’ruf Amin juga sempat memimpin doa bersama usai salat berjemaah.
Rois Jadi Maulana, seorang jemaah mengaku sangat senang dengan dibukanya Masjid Sheikh Zayed untuk masyarakat umum. Suasana yang dihadirkan dari masjid tersebut membuatnya semangat beribadah.
“Ini pertama kalinya masuk ke dalam masjid jni. Tentunya masyarakat merasa senang dengan dibukanya masjid ini untuk umum. Tambah semangat untuk beribadah, rasanya itu istimewa,” ujarnya ditemui usia salat berjemaah.
Kenyamanan begitu terasa saat ia mulai masuk serambi masjid dan beribadah di dalam masjid, menurut Rois. Bahkan, ia merasakan suasana salat yang berbeda, seakan-akan tidak salat di Indonesia.
“Waktu masuk ke serambi masjid saya merasa nyaman, merasa hati ini tenang, bagaimana merasakan suasana masjid ini seakan tidak salat di Indonesia. Alhamdulillah, walaupun kita berbondong-bondong datang ke sini, kita tetap khusyuk beribadah kepada Allah SWT. Masjid ini menghadirkan suasana yang sangat tidak biasa dirasakan di dalam hati begitu senangnya,” ujar warga Solo itu.
Syeikh Munajat selaku Direktur Operasional Masjid, mengatakan salat subuh berjemaah bersama masyarakat umum ini merupakan yang pertama kali dilakukan sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada November 2022 lalu. Memang butuh waktu lama untuk menata areal masjid sebelum dibuka untuk umum.
Wakil Presiden Ma’ruf Amin didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dan Menko PMK Muhajir Effendy membuka masjid untuk masyarakat umum pada Selasa (28/2) malam. Pembukaan itu juga diwarnai dengan acara peringatan Isra Mikraj tingkat kenegaraan tahun 2023 di Masjid Raya Sheikh Zayed.
Masjid seluas 8.000 meter ini memiliki beragam fasilitas. Antara lain, perpustakaan seluas 20 meter persegi, ruang VIP, ruang pengelola, taman, hingga basement untuk tempat wudhu laki-laki dan perempuan. Selain itu, masjid ini merupakan replika dari Sheikh Zayed Grand Mosque yang berada di Abu Dhabi, UEA, sehingga desainnya dirancang khas Timur Tengah. (afifah/lbi)

