Masyarakat Jepang Terlihat Tenang dan Tidak Panik saat Dilanda Gempa, Ternyata Ini Alasannya – Liputan Online Indonesia

liputanbangsa.comSecara geografis Jepang merupakan salah satu negara di Benua Asia yang rentan terhadap terjadinya bencana alam.

Meski sering dilanda bencana, masyarakat di Negeri Matahari Terbit tersebut sangat siap bahkan tidak panik ketika hal ini terjadi.

Jepang paling sering mengalami gempa bumi dengan kekuatan rata-rata diatas 6 Skala Richter (SR).

Selain gempa, negara tersebut juga sering mengalami tsunami, badai topan, erupsi gunung berapi, banjir, serta tanah longsor.

Senin, (1/1), Negara matahari tersebut kembali dilanda gempa yang cukup besar. Gempa dengan kekuatan 7,6 Magnitudo yang mengguncang Jepang pada pukul 16.10 sore waktu setempat di Prefektur Ishika Kota Shika.

Hebatnya, meski cukup mengguncang, masyarakat Kota Shika tetap tenang dan tidak panik saat bencana tersebut terjadi.

Berikut alasan mengapa masyarakat di Jepang sangat siap ketika menghadapi suatu bencana.

Dilansir dari Jurnal Masalah-Masalah Sosial | Volume 9, No, 2 Desember 2018 dengan judul : Masyarakat Sadar Bencana: Pembelajaran Dari Karo, Banjarnegara, Dan Jepang, karya Rohani Budi Prihatin, Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI, berikut beberapa alasannya.

1. Adanya Sistem Peringatan Dini Bencana Alam

Jepang mengembangkan sistem peringatan dini bencana alam (disaster-early warning system).

Alat Ini dimaksudkan agar semua pihak khususnya gugus tugas siaga bencana bisa merespon dengan cepat

Alat ini juga bermanfaat bagi masyarakat yang berpotensi mengalami dampak bencana agar segera mempersiapkan diri untuk berlindung.

2. Adanya Berbagai Infrastruktur Antisipasi Bencana Alam

Negara para samurai ini menghadapi bencana dengan membangun infrastruktur bangunan yang tahan gempa serta jalur evakuasi bagi keselamatan warga.

Beberapa perusahaan bahkan telah menciptakan alat keselamatan seperti sebuah kapsul penyelamat diri kala tsunami melanda.

3. Edukasi Bencana kepada Masyarakat Sejak Usia Dini

Salah satu yang membuat masyarakat Jepang tidak panik karena mereka mendapat pendidikan antisipasi bencana sejak usia dini. Tidak hanya dididik secara fisik dalam evakuasi diri saat bencana, tetapi juga dididik secara mental dan dilatih secara rutin.

Letak sekolah-sekolah di Jepang pun dipilih di lokasi paling aman dan disiapkan menjadi pusat evakuasi bagi komunitas sekitarnya.

4. Pemerintah Menata Ulang Wilayah Bekas Bencana

Alasan selanjutnya yakni karena pemerintah selalu merevisi tata ruang wilayah yang terkena bencana.

Contohnya yakni meninggikan daerah yang pernah atau terdampak tsunami. daerah yang terdampak tsunami meninggikan tanah di wilayah mereka.

Rata-rata ditinggikan satu hingga enam meter. Beberapa wilayah bahkan ditinggikan hingga 17 sampai 18 meter. Pemukiman warga pun dibangun kembali pada posisi menjauh dari zona tsunami.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *