KOJA, liputanbangsa.com – Bapak dan anak yang ditemukan tewas dalam keadaan membusuk di rumahnya, Koja, Jakarta Utara, ternyata merupakan keluarga yang termasuk dalam golongan menengah ke atas.
Hal itu disampaikan Lurah Tugu Selatan, Sukarmin.
Ia mengatakan, bapak yang diketahui berusia 50 tahunan itu memiliki usaha sejenis travel pemberangkatan perjalanan ibadah.
Status kepemilikan rumah itu pun, katanya, merupakan milik sendiri. HR
“Kalau dilihat dari ekonominya tergolong menengah ke atas. Rumahnya dua lantai dan punya kendaraan pribadi,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (29/10).

Hal senada juga dikatakan Ketua RT 06/03 Kelurahan Tugu Selatan, Jumadi. Berdasarkan pendataan dasawisma, keluarga korban tercatat sebagai keluarga berekonomi menengah ke atas.
“Setahu saya keluarga HR adalah keluarga baik-baik, berpendidikan dan punya usaha sejenis pemberangkatan perjalanan ibadah. Finansialnya bagus,” ucapnya.
Ia juga memastikan bahwa keluarga korban tidak tercatat sebagai keluarga penerima bantuan sosial baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Bansos tidak dapat karena masuk dalam kategori keluarga mampu,” tutupnya.
Sebelumnya, seorang bapak dengan anaknya ditemukan tewas dalam keadaan membusuk di Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (28/10) kemarin.
Keduanya ditemukan tewas usai warga mencium bau tak sedap di rumah tersebut.
“Warga mencium bau tidak sedap. Kemudian melaporkan kepada Babinsa dan warga sekitar dari Polsek juga datang,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Iverson Manossoh kepada wartawan.
“Dicek ternyata di dalam rumah ditemukan sesosok mayat bapak bapak umur kira-kira 50 tahun. Kemudian satu lagi balita umur kira-kira kurang lebih 2 tahun,” sambungnya.
(ar/lb)
