BREBES, liputanbangsa.com – Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh diundang untuk menghadiri penandatangan Nota Kesepahaman Bersama (Mou) antara Institut Pertanian Bogor (IPB University) dan PT Global Dairi Alami.
Penandatangan Mota Kesepahaman terkait pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Ruang Sidang Rektor 1, Gedung Andi Hakim Nasoetion lantai 2, Kampus IPB Dramaga, pada Rabu (15/1).
Kerja sama ini ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Konektivitas Global, Kerja Sama, dan Alumni IPB University, Prof Iskandar Z Siregar, dan CEO PT Global Dairi Alami, Ihsan Mulia Putri.
Mohammad Saleh mengapresiasi Penandatangan Nota Kesepahaman tersebut. Hal itu penting untuk meningkatkan meningkatkan susu segar di Indonesia.
Dengan demikian, kerja sama ini bisa untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis Pemerintahan Prabowo-Gibran.
Kehadiran Mohammad Saleh pada acara itu tak lepas dari adanya rencana PT GDA yang akan membuka mega farm di Brebes dengan kapasitas yang direncanakan empat kali lebih besar dibandingkan Subang.
Mega farm di Subang sendiri saat ini berkapasitas 5.500 sapi untuk meningkatkan produksi susu segar di Indonesia.
Lokasi ini dipilih berdasarkan saran dari Amerika dan Eropa karena kondisi geografis yang datar serta cuaca yang mendukung.
“Saya mendapat undangan untuk menghadiri acara MoU antara IPB dan PT Global Dairi Alami karena kebetulan mereka berniat mengembangkan peternakan sapi perah di Brebes Jateng. Dengan demikian, perlu adanya sinergi dengan pemerintah dan masyarakat Jateng,” ujar Mohammad Saleh.
“Komitmen pemerintah dalam program Makan Bergizi Gratis sangat membutuhkan susu segar yang bagus dan banyak untuk menopang program tersebut. Ke depan kemitraan ini menjadi penting sehingga masyarakat juga mendapatkan dampak positif dari program peternakan tersebut,” sambungnya.
PT Global Dairi Alami merupakan bagian dari Savero Group dan Group Jarum. Perusahaan ini jadi pendatang baru di industri peternakan dengan fokus pada pengembangan pasokan domestik susu segar di Indonesia.
Perusahaan ini memulai operasionalnya pada tahun 2020 dengan mendatangkan 1.300 sapi perah dari Australia menggunakan kapal.
(ar/lb)
