liputanbangsa.com – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Mohammad Saleh menegaskan peran penting generasi muda dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara nyata, terutama di tengah tantangan ruang digital.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, Saleh menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di media sosial. Ia mengkritisi fenomena echo chamber yang disebabkan algoritma media sosial yang cenderung mempersempit wawasan pengguna.
“Algoritma media sosial hanya menyajikan informasi yang sesuai preferensi (kesukaan) pengguna, hal ini mempersempit asupan informasi dan ruang dialog,” jelasnya dalam kegiatan Ikatan Cendekiawan Muda Indonesia (ICMI) Jawa Tengah di Tembalang, Kota Semaarang, Selasa (3/6/2025).
Kondisi ini dinilainya dapat menghambat terciptanya dialog yang konstruktif antar generasi muda Indonesia. Saleh secara khusus menekankan pentingnya mengamalkan sila ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia dalam ruang digital.
“Sila ketiga Persatuan Indonesia di media sosial harus digelorakan, semangat persatuan harus didahulukan dalam dialog di ruang publik dan perbedaan itu harus diterima dengan lapang dada, jangan dianggap sebagai permusuhan,” tegasnya.

Bukan Hanya Teori
Menurut Saleh, pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai Pancasila bukan sekadar pengetahuan teoritis, melainkan harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Generasi muda yang memahami nilai-nilai Pancasila akan dapat menjadi generasi muda yang berkarakter, berintegritas dan mampu merawat persatuan dan kesatuan dan dapat menjadi pelopor toleransi,” bebernya.
Lebih lanjut Ketua DPD Golkar Jateng tersebut mengajak generasi muda untuk aktif menjadi produsen konten positif. Menurutnya, wacana tentang Pancasila harus terus digaungkan di ruang digital.
“Harus ada anak-anak muda yang memproduksi konten edukatif untuk memperkuat jati diri keindonesiaan sembari menjembatani rasa kebangsaan. Jadi semboyan ‘Bhinneka Tunggal Ika’ juga terasa di media sosial kita,” pesannya.
Dia menegaskan bahwa generasi muda Indonesia harus menjadi motor penggerak pembangunan nasional. Dengan memahami dan mengamalkan Pancasila secara konsisten, baik di dunia nyata maupun dunia maya.
Saleh meyakini bahwa generasi muda Indonesia tidak hanya akan menjadi pribadi yang unggul secara karakter, melainkan juga menjadi kekuatan utama dalam menjaga keutuhan NKRI dan memajukan bangsa di segala bidang.
“Generasi muda harus memahami nilai-nilai Pancasila dan menjadi penggerak pembangunan yang tangguh dan bertanggung jawab,” ucap dia.
(lb/lb)

