liputanbangsa.com – Partai Amanat Nasonal (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terancam tak lolos ambang batas parlemen (parliamentary Threshold) di Pemilu 2024. Pernyataan tersebut keluar dari Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Ardian Sopa.
PAN memiliki elektabilitas 1,9 persen dan elektabilitas PP sebesar 2,1 persen. Hasil elektabilitas kedua partai tersebut dikategorikan Ardian sebagai partai kecil yang memiliki elektabilitas sekitar 1-4 persen.
Sebelumnya, Partai Hanura pernah mengalami kejadian serupa. Partai yang digagas oleh Jenderal TNI (Purn) Wiranto pernah lolos ke DPR, karena tak lolos (parliamentary Threshold) Partai Hanura terjatuh menjadi partai non-parlementer.
“Ini peringatan untuk PAN dan PPP yang hingga hari ini belum didukung minimal empat persen,” kata Ardian, Selasa (7/1).
PPP merupakan partai lama yang lahir sebelum reformasi, tetapi belum pernah menjadi partai besar, menurut Ardian.
Sementara itu, Ardian berpendapat besar dan suksesnya suatu partai dipengaruhi oleh keberhasilan capres dan cawapres yang ditunjuknya. Dia melihat partai yang menunjuk capres-cawapres populer cenderung selamat. Sebagai contoh, pada pasca reformasi Gerindra menunjuk Prabowo dan Demokrat dengan Susilo Bambang Yudhoyono.
Saat ini demokrat menjadi Partai Menengah, setelah sebelumnya di tahun pertama pada 2004 masuk Partai Menengah dengan dukungan 7,45 persen. Di pemilu kedua tahun 2009 Partai Demokrat melambung tinggi menjadi pemenang pemilu dengan dukungan 20,4 persen.
“Hari ini Partai Demokrat menjadi Partai Menengah dengan dukungan sebesar 5,0 persen,” ucapnya. (afifah/lbi)

