Pasien Meninggal Akibat Salah Transfusi Golongan Darah, Pihak RSUD Buka Suara

Closeup of black woman donating blood focus on hand holding red ball with tubing, copy space

liputanbangsa.comSebuah insiden yang menghebohkan terjadi di RSUD dr H. Marsidi Judono, Kabupaten Belitung.

Seorang pasien dilaporkan meninggal dunia setelah diduga mengalami kesalahan dalam proses transfusi darah, di mana golongan darah pasien yang semula B berubah menjadi A.

Kasus ini segera menjadi viral dan memicu berbagai pertanyaan tentang prosedur medis di rumah sakit tersebut.

Untuk memberikan penjelasan lebih lanjut, pihak RSUD dr. H. Marsidi Judono mengadakan konferensi pers di gedung pertemuan rumah sakit pada Sabtu (15/03/2025).

Direktur RSUD, dr. Ratih Lestari Utami, MM.R, didampingi oleh sejumlah pejabat terkait, termasuk Plt Kepala Dinas Kesehatan Belitung, Sri Agustini, serta para dokter spesialis, menyampaikan kronologi dan hasil penyelidikan terkait insiden ini.

Kasus ini pun menajdi pertamakali terjadi di Kabupaten Belitung.

 

Kronologi

Peristiwa ini bermula pada 10 Februari 2025, ketika pasien yang datang dengan keluhan demam dan mual selama seminggu, serta riwayat penyakit pleura, masuk ke IGD RSUD.

Pasien diketahui menderita hepatitis B stadium terminal, yang menyebabkan gangguan pembekuan darah.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, pasien direncanakan untuk menjalani transfusi darah.

Pada tanggal 11 Februari 2025, darah dengan golongan B sesuai hasil pemeriksaan pertama diberikan kepada pasien tanpa adanya reaksi negatif.

Ketika pemeriksaan dilakukan lagi pada tanggal 13 Februari 2025, hasil golongan darah pasien ternyata berubah menjadi A yang memicu kebingungan di antara petugas medis.

Hal ini segera dilaporkan kepada keluarga pasien dan dokter penanggung jawab, yang kemudian menunda transfusi lanjutan.

“Karena ditemukan perbedaan golongan darah dengan sampel sebelumnya, maka petugas UTD-PMI meminta ulang sampel darah pasien kembali. Sampel darah ulang pasien (ke-2) setelah dicek kembali masih ditemukan hasil golongan darah pasien tersebut A Rh Post, kemudian dilakukan pengambilan sampel darah pasien lagi (ke-3) dan dilakukan pengecekan ulang, hasilnya tetap golongan darah pasien A Rh Post,” Jelasnya.

 

Penyebab Perubahan Golongan Darah

Direktur RSUD, dr. Ratih, menjelaskan bahwa meskipun kejadian perubahan golongan darah sangat jarang, hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti infeksi yang mempengaruhi antigen darah atau kondisi medis tertentu seperti thalasemia dan kanker.

Dalam kasus ini, gangguan fungsi hati pada pasien yang menderita hepatitis B diduga menjadi penyebab utama perubahan golongan darah tersebut.

 

Reaksi Transfusi dan Tindakan Rumah Sakit

Dr. Ratih juga menjelaskan bahwa, berdasarkan literatur medis, transfusi dengan golongan darah yang tidak sesuai bisa menyebabkan reaksi transfusi berat yang berakibat fatal dalam waktu singkat.

Meskipun begitu, pasien tidak menunjukkan reaksi transfusi yang mencurigakan selama dua kali transfusi pertama.

“Namun, mengingat perubahan golongan darah yang terdeteksi pada transfusi ketiga, keluarga pasien menolak rujukan ke rumah sakit yang lebih besar dan memilih untuk melanjutkan perawatan di RSUD dr H. Marsidi Judono. Meskipun tim medis telah melakukan segala upaya perawatan yang sesuai, pasien akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada 17 Februari 2025, pukul 07.58 WIB,” ungkap Ratih.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *