Pedemo Perempuan di Afghanistan Dibubarkan Pakai Alat Setrum – Liputan Online Indonesia

FILE PHOTO: Afghan women's rights defenders and civil activists protest to call on the Taliban for the preservation of their achievements and education, in front of the presidential palace in Kabul, Afghanistan September 3, 2021. REUTERS/Stringer

liputanbangsa.com – Pasukan keamanan Taliban membubarkan demonstran perempuan di Afghanistan menggunakan alat setrum hingga selang pemadam kebakaran.

Aparat mengurai massa itu pada Rabu (19/7), ketika puluhan perempuan turun ke jalan untuk memprotes kebijakan rezim yang melarang salon kecantikan beroperasi.

Associated Press (AP) melaporkan aparat keamanan menyemprot pedemo dengan air dan menembakkan senapan ke udara untuk membubarkan massa.

Pasukan keamanan juga berupaya menghentikan demonstrasi menggunakan alat setrum ke para pengunjuk rasa.

“Mereka memasukkan dua atau tiga teman kami ke dalam mobil dan membawa mereka,” kata seorang pedemo kepada AP.

Baca Juga :

Dilarang Buka Salon Kecantikan, Perempuan Afghanistan Demo Taliban – Liputan Online Indonesia

 

Unjuk rasa itu sendiri dimulai sejak pukul 10.00 waktu setempat di kawasan Shar-e-Naw. Demonstrasi itu dilaporkan berlangsung hingga sore hari.

Seorang pedemo mengaku melakukan protes agar Taliban mempertimbangkan kembali atau mencabut keputusan untuk menutup salon kecantikan karena hal itu menyangkut “kehidupan kami.”

“Kami semua, 50 sampai 60 perempuan, berpartisipasi [dalam demonstrasi]. Slogan kami adalah kerja, roti, dan kebebasan,” ujar perempuan yang enggan diungkap identitasnya tersebut.

Hingga kini, pihak Taliban belum mau memberikan komentar mengenai protes tersebut.

Sementara itu, misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Afghanistan atau alias UNAMA mengkritik sikap Taliban yang menggunakan kekuatan untuk memukul mundur pengunjuk rasa.

“Warga Afghanistan memiliki hak untuk mengekspresikan pandangan yang bebas dari kekerasan. Otoritas de facto harus menegakkan ini,” kata UNAMA dalam twitnya.

Gelombang demonstrasi ini menerjang Afghanistan setelah pada 4 Juli lalu, rezim Taliban mengeluarkan dekrit larangan salon kecantikan beroperasi di negara itu.

Kementerian Pengawas Moral Afghanistan pun memaksa ratusan salon kecantikan, terutama yang dikelola oleh perempuan, untuk ditutup.

Taliban mengeluarkan larangan itu lantaran salon-salon diduga menawarkan layanan yang dilarang Islam.

Salon-salon itu juga diduga memicu kesulitan ekonomi bagi keluarga pengantin pria yang mengadakan pesta pernikahan.

 

(ar/lb)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *