Pemandangan Memukau dari Puncak Songolikur dan Natasangin Gunung Muria, Pecinta Alam Merapat

ByRedaksi

15 Agustus 2023

Kudus,  Liputanbangsa.com – Gunung Muria adalah sebuah pegunungan yang terletak di tiga Kabupaten, antara Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara dan Kabupaten Pati.

Gunung Muria memang lebih terkenal dengan wisata religinya, yaitu Makam Sunan Muria. Padahal jika kita mau, kita juga bisa mendaki ke puncak Gunung Muria lho, yakni Puncak Songolikur (29) dan Natasangin.

Pemandangan Memukau dari Puncak Songolikur dan Natasangin Gunung Muria, Pecinta Alam Merapat

Sebelumnya, perlu kamu ketahui jika Gunung Muria adalah sebuah pegunungan, jadi bukan gunung tunggal, selain puncak 29 dan Natasangin, di pegunungan ini terdapat banyak puncak atau gunung dengan nama berbeda, seperti Abiyoso, Argo Jembangan, Argo Piloso dan lainnya.

Kepala Desa Rahtawu Kudus Didik Ariyadi mengatakan, Jalur Pendakian Puncak 29 bisa melalui jalur Desa Rahtawu di Kabupaten Kudus ataupun Desa Tempur di Kabupaten Jepara.

Puncak 29 di Pegunungan Muria menjadi salah satu puncak populer di kalangan pendaki, khusunya Kudus dan sekitarnya. Aktivitas mendaki sedang menjadi pesona di kalangan anak muda saat ini. Tidak sekedar berburu foto, mendaki bisa membuat tubuh sehat.

Puncak 29 adalah salah satu puncak tertinggi di pegunungan Muria dengan ketinggian kurang lebih 1602 Mdpl.

Untuk jalur Rahtawu, Pendaki dapat mengikuti rute Dukuh Semliro, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.

Dari arah Alun-alun Kota Kudus, cukup mengikuti arah Kantor Kecamatan Gebog atau Kidangan Sukun. Sampai di Desa Rahtawu, jalan mulai berkelok, dan ekstrem. Terlebih jika perjalanan di malam hari, minim penerangan.

Tempat parkir tersedia sebelum naik ke puncak, “Parkiran jalur puncak natas angin 1,5 kilometer dari Baldes Rahtawu dan Parkiran puncak 29 3,5 KM dari baldes Rahtawu, harga parkirnya pun terjangkau,” kata Didik kepada media ini.

Selama di perjalanan, pendaki ditemani hamparan kebun kopi, jalur menanjak hingga sampai di tempat peristirahatan sendang Bunton. Disana ada warung yang menjajakan kuliner praktis, bisa ngopi sambil nyemil gorengan atau mie instant. Toilet juga disediakan disana.

Pendaki akan melewati jalur terjal dengan kemiringan 45 derajat, pinggirnya jurang. Pada track ini pendaki harus waspada, langkah pun harus hati-hati dalam setiap perjalanannya.

Di puncak terdapat petilasan, dimana sekitar petilsan terdapat spot untuk mendirikan tenda. Di lokasi, Pendaki dapat menikmati matahari terbit dari puncak dan mengambil spot-spot foto dengan pemandangan alam yang memukau.

Sementara untuk Puncak Natas Angin memiliki ketinggian kurang lebih 1700 Mdpl, Para pendaki bisa memilih untuk menginap dengan mendirikan tenda ataupun naik puncak sebentar dengan menikmati view disana lalu langsung turun, tanpa harus berkemah.

Kades Rahtawu melanjutkan, Jalur Pendakian Puncak Natasangin dari pusat kota, Anda dapat mengambil arah ke utara, ambil arah Gebog atau pabrik rokok Sukun, lurus hingga sampai gapura Desa Rahtawu. Waspada sampai sini jalan berkelok dan gelap. Lurus hingga ada papan tempat parkir Abiyoso.

Pemandangan Memukau dari Puncak Songolikur dan Natasangin Gunung Muria, Pecinta Alam Merapat

Sebelum mendaki menuju Puncak Natas Angin, warga setempat menyediakan parkir untuk kendaraan.

“Jalur puncak natas angin 1,5 KM dari baldes Rahtawu,” kata Kepala Desa Rahtawu, Didik

Di kawasan ini juga tersedia ojek yang bisa mempermudah Anda untuk bisa sampai ke Puncak Natas Angin.

Didik melanjutkan, Pergi mendaki gunung memang kegiatan yang asyik karena menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan.

Namun jangan salah, mendaki gunung bukanlah tanpa resiko. Dari kram otot hingga kematian akibat sesak nafas, bisa saja terjadi.

“Buat kalian yang akan mendaki gunung, pastikan jika kondisi fisik dalam keadaan sehat sesuai pemeriksaan dokter,” pungkasnya. (Oke/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *