JAKARTA, liputanbangsa.com – Korlantas Polri resmi mengubah lintasan ujian praktik khusus SIM C.
Angka 8 dan zig-zag ditiadakan. Kakorlantas Irjen Firman Santyabudi bersama jajaran meninjau langsung lintasan yang tersedia di SATPAS SIM Polda Metro Jaya, Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, pada Jumat (4/8).
“Ini adalah desain sirkuit uji praktik kendaraan roda dua yang baru,” kata Kepala Seksi Pembinaan dan Pelayanan SIM Ditregident Korlantas Polri, AKBP Faisal Andri Pratomo.
Salah seorang pemohon SIM, Gerrardus Foe Simbolon, mendengarkan arahan yang disampaikan penguji. Dalam hal ini adalah Kepala Seksi Pembinaan dan Pelayanan SIM Ditregident Korlantas Polri, AKBP Faisal Andri Pratomo.
Dijelaskan, seorang petugas berdiri sambil memegang bendera warna-warni yang akan memandu pemohon SIM dalam ujian praktik.
Bendera itu jadi penanda. Adapula kata stop tepat di belakang yellow box junction atau simpang berkotak kuning.
“Tidak boleh ada di dalam sini, apabila masih ada ekor,” ujar Faisal.
Kalau petugas mengibarkan berwarna hijau artinya pengendara telah diizinkan memacu kendaraan. Ada beberapa lintasan yang akan dilewati, putar balik dan huruf S.
“Ini menjadi pengganti angka 8,” kata Faisal.
Pria yang akrab disapa Foe menunggangi sepeda motor matic putih milik Polri. Helm terpasang di kepala. Sepeda motor tepat berhenti di depan garis start. Foe siap-siap menjajal lintasan.
Dengan telaten, Foe melewati rintangan di dalam lintasan. Tanpa ada halangan, ia berhasil sampai di garis finis. Aksinya itu pun menuai pujian.
Faisal Andri menerangkan, lintasan merupakan tindaklanjut untuk mengakomodir keluhan masyarakat. Dalam hal ini, Korlantas bersama para pakar telah melakukan evaluasi terkait ujian praktik SIM C.
“Jadi diharapkan ini akan memudahkan masyarakat tanpa mengurangi kompetensi yang diharapkan dari calon pemegang SIM. sehingga keselamatan tetap terjamin,” ujar dia.
Faisal Andri mengatakan, ada beberapa hal yang diperbaiki. Disebutkan, lintasan lurus misalnya.
“Lintasan lurus ini kita kurangi jumlah patoknya sehingga yang tadinya jarak antar patok 200 sentimeter menjadi 250 sentimeter,” ujar Faisal.
Faisal mengatakan, U turn atau putar balik juga diperpanjang jaraknya dari 400 cm, menjadi 500 cm. Pun demikian lintasan yang semula angka 8 berubah menjadi huruf S.
“Di sini patok-patok yang sebelumnya berjumlah banyak, ini sudah sangat kita kurangi, sehingga diharapkan masyarakat pemohon SIM dapat lebih melaksanakan tes dengan tanpa takut melihat patok,” ujar dia.
Faisal menerangkan, perubahan ujian praktik SIM mulai diberlakukan di seluruh Indonesia pada Senin, 7 Agustus 2023.
“Jadi setelah ini seluruh Indonesia akan melaksanakan revisi. Hari Senin diharapkan sudah dapat dilaksanakan,” kata Faisal.


