Potensi Desa Wisata Kauman di Kudus, Dari Kaligrafi Hingga Event Kuliner Jadul

ByRedaksi

22 Agustus 2023
WisataPotensi Desa Wisata Kauman di Kudus, Dari Kaligrafi Hingga Event Kuliner Jadul

Kudus, Liputanbangsa.com – Desa Wisata Kauman terletak di Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Luas wilayahnya tidak lebih dari 3 hektare atau tepatnya 2,91 hektare.

Demikian dikatakan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kauman Noor Chusain Oktavian, Senin (21/8/2023).

Chusain menjelaskan, Desa Kauman terdapat Masjidil Aqsha dan Menara Kudus yang merupakan peninggalan dari salah seorang anggota Walisongo yaitu Raden Ja’far Shodiq (Sunan Kudus), yang sampai sekarang masih sering dikunjungi oleh berbagai peziarah dan wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

Apalagi, lanjut Chusain, saat liburan panjang seperti libur nasional, ataupun hari ibur lainnya. Arsitektur Menara Kudus sungguh eksotis dan unik, berupa bangunan batu bata yang menjulang menyerupai bentuk candi Hindu.

Kaligrafi Potensi Desa Wisata Kauman

Wisata
Potensi Desa Wisata Kauman di Kudus, Dari Kaligrafi Hingga Event Kuliner Jadul

Potensi yang bersumber dari Kesenian Kaligrafi sangat banyak bentuknya. Ya, Muhammad Noor Syamsul Huda pria asal Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, perajin kaligrafi yang dikombinasi dengan lukisan objek wisata, seperti halnya lukisan Menara Kudus, dan lainnya.

Dirinya mulai mempelajari kaligrafi sejak umur 15 tahun, awalnya dia terinspirasi dari karya kaligrafi milik kakaknya yakni Muhammad Noor Syukron.

Kaligrafi itu, dia kerjakan di kediamannya yang berada di sebelah utara pas Masjid Menara Kudus, yakni di RT 01, RW 03, Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Dirinya kerap mengikuti pameran di berbagai event, baik di tingkat Kabupaten hingga Nasional. Konsumen dapat memesan sesuai keinginan, harganya pun juga terjangkau.

Kuliner Jadul Nostalgia Makanan Tradisional Tempo Dulu

Wisata
Potensi Desa Wisata Kauman di Kudus, Dari Kaligrafi Hingga Event Kuliner Jadul

Bupati Kudus Hartopo menyampaikan, event pasar kuliner jadul digelar oleh Yayasan Menara Kudus bekerja sama dengan Pemkab Kudus, untuk mempopulerkan makanan jadul khas Kudus di era nenek moyang.

Menurutnya, event tersebut dapat membawa dampak positif dalam rangka pemulihan ekonomi, sehingga dapat memperkenalkan ikon Kabupaten Kudus pada para pelancong yang datang.

Masyarakat yang ingin mengenang kuliner jadul khas Kudus, bisa datang ke stan UMKM di Taman Menara. Festival kuliner jadul tersebut digelar setiap tahunnya dalam rangka perayaan Ta’sis Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, atau bertepatan dengan perayaan buka luwur Kangjeng Sunan Kudus.

Pengunjung dari Desa Jepangpakis Kecamatan Jati, Kudus, Yanto, mengaku senang dapat merasakan kembali kuliner jadul, yang saat ini sulit untuk mencarinya.

“Mohon untuk sering diadakan event semacam ini, untuk sekedar pengobat rindu, bisa menikmati kuliner jadul yang sulit ditemukan saat ini,” ungkapnya.

Salah satu penjual Musyafaah, merasa senang dapat menjadi salah satu peserta UMKM di event kuliner tersebut. Disampaikan, dirinya juga bangga bisa mengingatkan masyarakat tentang kuliner masa lalu, dengan berjualan sambal ontong. Sambel ontong merupakan makanan jadul berbahan dasar jantung pisang, yang kemudian diberi sambal kelapa dan diurap. Makanan ini khas Kudus, yang sudah ada sejak zaman dahulu kala.

Wisata
Potensi Desa Wisata Kauman di Kudus, Dari Kaligrafi Hingga Event Kuliner Jadul

Selain itu, lanjut Musyafaah, dirinya juga senang, karena dengan berjualan di event tersebut, omzet yang didapatkan sangat meningkat. Dia berharap, event tersebut dapat diperpanjang, dan ke depannya sering diadakan event serupa secara berkala.

“Alhamdulillah event ini sangat membantu meningkatkan omzet penjualan kami. Semoga nanti akan diadakan lagi event seperti ini lagi,” harapnya. (oke/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *