Publik Khawatir Akan Keamanan Aplikasi SATUSEHAT, Tanggapan Kemenkes: Don’t Worry – Liputan Online Indonesia

Publik Khawatir Akan Keamanan Aplikasi SATU SEHAT, Tanggapan Kemenkes: Don't Worry. Foto: kumparan.com

JAKARTA, liputanbangsa.com – Publik khawatir akan keamanan aplikasi SATUSEHAT yang awal mulanya transformasi dari aplikasi Peduli Lindungi.

Kekhawatiran publik tersebut timbul karena beberapa hari yang lalu, Aplikasi SATUSEHAT yang semula dapat digunakan 1 Maret lalu, error.

Menanggapi hal tersebut Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengklaim Kementerian Kesehatan akan terus berupaya untuk menjamin keamanan data pengguna aplikasi SATUSEHAT.

Budi juga menjamin pemerintah akan terus memonitor penggunaan data individu di aplikasi.

Budi juga mnghimbau masyarakat agar tidak terlalu khawatir karena pada dasarnya penggunaan data SATUSEHAT seperti data perbankan yang memiliki tingkat keamanan tinggi. Hal itu Budi sampaikan saat menghadiri acara di RSCM Kinagara, Jakarta Pusat, Jumat (3/3).

“Jadi don’t worry, keamanan data itu secara internasional di perbankan sudah ada, di defense sudah ada, semuanya ada. Tinggal bagaimana kita me-manage data yang bagus. Dan itu yang kita pastikan berjalan,” kata Budi.

Aplikasi SATUSEHAT Yang Merupakan Wujud Transformasi Dari Aplikasi Peduli Lindungi. Foto: dok.kumparan.com

Budi menganalogikan sistem keamanan data pribadi di perbankan. dan Masyarakat selama ini tidak pernah takut data pribadinya bocor ketika bertransaksi di ATM bersama.

Begitu pula saat bertransaksi di luar negeri ketika menggunakan kartu ATM bank dalam negeri. Oleh sebab itu, Budi ingin agar sistem keamanan data pribadi pengguna di aplikasi SATUSEHAT sama dengan sistem keamanan data pribadi di perbankan.

“Saya ingin bikin datanya pakai minimal sama kayak data perbankan aja. Kartu kredit kalau kita keluar negeri, gesek, itu sebenarnya data kita diakses dari luar negeri, teman-teman enggak ngerasa takut, karena itu memang sudah ada sistem keamanannya,” kata dia.

Sebagai informasi aplikasi SATUSEHAT ditujukan untuk mempermudah pengobatan pasien karena data kesehatan pasien rujukan sudah terintegrasi antar rumah sakit. Hal ini mempermudah dokter melihat kondisi pasien sebelum melakukan penanganan.

“Dengan adanya integrasi ke SATUSEHAT, semua data nanti formatnya sama, data itu bisa dipertukarkan. Jadi misalnya sebelum ke RSCM, ada orang yang kena penyakit. Begitu dia dirujuk, sebelum pasien yang dirujuknya berangkat, data lengkapnya sudah bisa dilihat sama dokter di sini,” ujar Budi.

(heru/lbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *