Capacity Building TPID Jawa Tengah untuk Menangani Inflasi – Liputan Online Indonesia

SEMARANG, liputanbangsa.com Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyoroti capaian inflasi di provinsi ini selama bulan September.

Capaian inflasi tersebut melebihi regulasi nasional dan telah mencapai status peringatan.

Faktor utama yang berkontribusi adalah kenaikan harga dan pasokan beras yang dipengaruhi oleh fenomena El-Nino.

Harga beras saat ini telah mencapai sekitar 14 ribu rupiah per kilogram, sementara komoditas lain seperti minyak, gula, dan cabai juga mengalami kenaikan.

Untuk mengendalikan inflasi, Bank Indonesia berupaya menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Bank Indonesia juga berencana membuka toko TPID di Pasar Kanjengan, sebagai langkah awal untuk memudahkan warga mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau.

Program serupa akan diterapkan di pasar-pasar di berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Hal ini didiskusikan dalam Rapat Koordinasi Wilayah dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah pada hari Kamis, 19 Oktober 2023, Hotel Tentrem Grand Ballroom di Kota Semarang menjadi saksi dari pelaksanaan.

Selanjutnya, dalam acara tersebut dilakukan penandatanganan kerja sama antara Dinas Terkait dengan BUMD dalam rangka menjaga ketersediaan bahan pangan, sebagai langkah konkret untuk menghadapi inflasi.

Pj. Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana kemudian memberikan sambutan, di mana beliau menyampaikan bahwa saat ini dunia, termasuk Indonesia, sedang menghadapi tantangan dari berbagai gejolak global, termasuk fenomena El-Nino serta konflik di Ukraina-Rusia dan Israel-Palestina.

Gejolak ini berdampak pada tingginya tingkat inflasi, keterbatasan pasokan, dan kenaikan harga bahan pokok, serta kemiskinan ekstrem.

Meskipun telah terjadi penurunan angka inflasi pada bulan Oktober, perubahan ini belum signifikan.

Pemda Provinsi Jawa Tengah sedang menjalankan kegiatan Gerakan Pangan Murah di bulan Oktober, bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah dengan tujuan agar masyarakat bisa memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.

Gubernur juga menegaskan bahwa Pemda Provinsi Jawa Tengah akan terus berupaya untuk mengendalikan inflasi sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.

Terakhir, Pj. Gubernur berharap agar TPID bersama satuan tugas pangan dapat turun ke lapangan untuk memeriksa keberadaan oknum-oknum yang mungkin terlibat dalam praktik mafia beras dalam jaringan rantai distribusi beras di Jawa Tengah.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat dari pihak-pihak terkait untuk mengatasi masalah inflasi dan ketersediaan bahan pangan di Provinsi Jawa Tengah demi kesejahteraan masyarakat.

Turut hadir dalam acara Pj. Gubernur Jawa Tengah, Bupati/Wali Kota se-Jawa Tengah, serta perwakilan dari Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baik provinsi maupun kabupaten/kota di wilayah tersebut.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *