liputanbangsa.com – Berupaya kurangi kemacetan, persimpangan Pasar Santa, Jakarta Selatan dijadikan lokasi rekayasa lalu lintas oleh Pemprov DKI Jakarta. Hal tersebut kemudian dibenarkan Polda Metro Jaya dengan menyebut upaya tersebut berhasil meminimalisir kemacetan.
“Kemarin udah selesai, saya turun langsung (mengecek) lumayan bagus,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (17/4).
Reaksi yang ditimbulkan masyarakat berupa kritikan terkait penutupan U-turn di lokasi merupakan hal yang biasa asal disertai alasan menurut Karyoto. Untuk mengatasi permasalahan kemacetan yang sering terjadi ketika mudik Lebaran, Polda Metro Jaya bersama Pemprov DKI berkoordinasi melakukan rekayasa.
“Kalau di situ tidak direkayasa pada jam-jam tertentu ada penumpukan dari tiga arah. Dari jalan Wijaya numpuk, dari Jalan Kuningan City numpuk juga, dan dari Senopati numpuk,” ujarnya.
Namun, Karyoto kembali menjelaskan jika peraturan buka tutup U-turn di beberapa ruas jalan masih bersifat uji coba. Pihak kepolisian masih harus mengevaluasi peraturan tersebut.
“Para Kasatwil saya wajibkan evaluasi mana yang bisa membuat jarak tempuh lebih cepat. Kerapihan dan arti ketertiban, yang jadi masalah sebenarnya crossing. Kita lihat nanti para Kasatwil lapor ke Dirlantas,” imbuhnya.

Mendapat laporan mengenai arus lalu lintas persimpangan Jalan Walter Monginsidi dan Jalan Wijaya yang kerap macet saat pagi hari di jam-jam aktif, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyebut dengan adanya penutupan U-turn, lalu lintas kini dapat lebih cepat terurai.
“Jadi tadi kalau laporan dari dirlantas dengan dishub kalau ini Wijaya masuk ke arah sini itu biasanya sampai jam 09.00 WIB. Sekarang jam berapa, nah itu sudah mulai kosong. Satu jam sudah mulai kosong biasanya. Kira-kira itu,” kata Heru di Pasar Santa, Jakarta Selatan, Jumat (14/4).
Regulasi rekayasa lalu lintas ini diharapkan Heru mendapatkan dukungan dari masyarakat, meski dalam penerapannya peraturan ini akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian dari mereka.
“Pasti yang tadinya dari Wijaya masuk ke Kapten Tendean agak kurang nyaman karena nambah rute. Tetapi ketika kita hitung waktu lampu merahnya mereka bertahan itu lebih lama dibanding mereka muter. Saya rasa itu. Mudah-mudahan semua masyarakat mendukung,” lanjut Heru.
Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto akan memberikan arahan kepada jajaran polres dan berkoordinasi dengan Dishub, menurut Heru.
“Pak Kapolda akan memerintahkan kepada polres-polres untuk melihat titik-titik, tentutnya bersama dengan Dishub. Kira-kira gitu,” katanya. (afifah/lbi)

