liputanbangsa.com – Beredar isu relokasi akibat kebakaran terminal atau depo BBM Plumpang, Presiden Joko Widodo berikan instruksi agar solusi terkait masalah kebakaran segera diputuskan. Terdapat dua pilihan dalam relokasi, yakni antara depo atau penduduk di sekitar depo yang dipindahkan.
Fahmy Radhi selaku Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada menilai perlu adanya penataan dan harus ada yang direlokasi. Hal itu karena depo depo BBM Plumpang memang berada di wilayah yang dekat kawasan penduduk.
“Hanya pertanyaannya siapa yang harus, apakah kawasan penduduk yang ada di situ, atau deponya?” katanya dikutip dari detikcom, Minggu (5/3).
Realitanya, kakwasan tersebut sudah dihuni banyak perumahan dan penduduk, baik yang sah maupun tidak sah. Menurut Fahmy, lebih baik depo BBM yang dipindahkan karena mempertimbangkan banyaknya warga yang akan membuat pemindahannya menjadi sulit.
“Menurut saya dengan kondisi semacam itu maka yang paling pas dipindahkan deponya. Meskipun kawasan itu taruhlah benar tanahnya milik Pertamina, tapi kan nggak serta merta mengklaim ‘kamu harus pergi’, kan nggak semudah itu,” jelasnya.
Kawasan Tanjung Priok dapat dijadikan pertimbangan sebagai lokasi depo yang baru. Hal itu karena melihat Tabjung Priok merupakan depo yang memasok BBM di kawasan Jabodetabek, lanjut Fahmy. Ia menambahkan, kebakaran yang terjadi pada Jumat malam itu diduga karena masalah pipa.
Jika pemindahan depo ke Priok terlaksana, Pertamina tak perlu kembali membangun pipa yang dapet menimbulkan risiko dalam penyaluran BBM.
“Tapi penyalurannya bisa menggunakan kapal tanker dari beberapa kilang, (BBM) tanker dimasukan depo baru tadi,” terangnya.
Sementara itu, untuk menangkal terjadi kebakaran diperlukan depo baru yang berdekatan dengan sumber air.
“Kemarin depo itu api cepat karena di dalam itu tidak ada resapan air yang mendinginkan atau juga digunakan untuk pemadam kebakaran, kalau di Priok saya kira ada,” jelasnya.
Dengan mempertimbangkan alasan keamanan, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin sebelumnya berharap depo BBM Pertamina Plumpang, Jakarta utara bisa direlokasi ke area pelabuhan.
“Selanjutnya penataan daerah ini saya berharap supaya depo ini supaya lebih aman, itu bisa direlokasi di pelabuhan di daerah Pelindo,” terangnya, Sabtu (4/3) kemarin.
Lebih lanjut, Ma’ruf Amin mengatakan, daerah di sekitar depo juga akan ditata ulang supaya lebih baik, aman, dan memenuhi persyaratan sebagai satu daerah di ibu kota Jakarta.
“Kemudian daerah ini akan ditata ulang supaya teratur lebih baik, dan aman dan memenuhi persyaratan sebagai satu daerah yang berada di ibu kota,” jelasnya. (afifah/lbi)

