liputanbangsa.com – Bencana tanah longsor yang menimpa Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau diketahui menimbun korban yang saat itu sedang melakukan kerja bakti membersihkan lumpur. Pernyataan tersebut berdasarkan penjelasan dari Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari
Intensitas hujan yang sangat tinggi sejak 25 Februari 2023 membuat lumpur turun dari kawasan perbukitan dengan aliran air yang sangat besar, menurut Abdul.
Melihat cuaca yang cerah untuk melakukan aktivitas, masyarakat sekitar segera melakukan kerja bakti membersihkan lumpur di daerah terdampak, pada 6 Maret 2023.
“Tengah hari itu siang, longsor terjadi. Jadi banyaknya korban ini sebenarnya tidak hanya dari masyarakat yang rumahnya tertimbun, tapi masyarakat yang pada saat itu sedang melakukan kerja bakti,” ujar Abdul dalam Disaster Briefing di Jakarta, dikutip Antara, Senin (13/3).
Sebanyak 27 unit rumah tertimbun longsor dan lebih dari sejumlah 50 orang ikut tertimbun saat sedang kerja bakti di Desa Pangkalan.
Abdul menjelaskan, masyarakat perlu mewaspadai lumpur yang turun dari perbukitan merupakan caar alam memberikan tanda awal dari bencana. Apalagi, curah hujan berintensitas tinggi, telah dilaporkan longsoran yang merembes ke dinding rumah warga.
“Sebenarnya yang menjadi tanda awal longsor itu kalau sudah ada rembesan air. Tapi kemudian, karena mungkin kurang informasi atau ketidaktahuan kita, rembes air dari tebing ini tidak dianggap sebagai sesuatu yang perlu dihindari dalam melakukan kerja bakti, dan tidak lama 3-4 jam setelah itu, longsor terjadi,” kata Abdul.
Tercatat total korban yang tewas akibat peristiwa longsor tersebut sebanyak 48 orang di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Dari jumlah tersebut, 47 jenazah telah teridentifikasi dan satu jenazah lainnya belum. Masih ada 6 orang yang hilang.
“48 orang, 47 teridentifikasi, satu belum teridentifikasi,” ujar Juru Bicara Tanggap Darurat Patli Muhamad dalam keterangan tertulis. (afifah/lbi)

