MAGELANG, liputanbangsa.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno turut hadirĀ dalam rangka puncak peringatan HUT ke-73 Satpol PP, HUT ke-61 Satlinmas, dan HUT ke-104 Damkar tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dipusatkan di Kota Magelang pada 14-15 Maret 2023.
Dalam HUT tersebut dimeriahkan aksi bergandengan tangan melingkari Gunung Tidar yang melibatkan sekitar 8.044 orang dari berbagai komponen masyarakat.
Sumarno mengatakan bahwa ia mengapresiasi adanya aksi bergandengan tangan yang melibatkan anggota Satpol PP, Satlinmas, Pemadam Kebakaran (Damkar), TNI, Polri, pelajar, dan organisasi masyarakat dengan tema “Dari Tidar Pakunya Tanah Jawa untuk Indonesia.
Aksi tersebut digelar sebagai simbol kolaborasi, kerja sama, dan saling gotong royong yang dilakukan masyarakat untuk persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Filosofinya kita berbicara persatuan dan kesatuan bangsa. Teman-teman di bagian Satlinmas, Satpol PP, dan Damkar menjadi bagian untuk ikut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Berkolaborasi, guyub dan bergandengtangan adalah bentuk kerjasama, gotong royong dan itu sebenarnya adalah ciptanya Jawa Tengah,” ujar sekda di sela acara peringatan HUT Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar di halaman Kantor Wali Kota Magelang.
Sumarno menjelaskan, Gunung Tidar dipilih sebagai lokasi aksi bergandengan tangan karena filosofi Gunung Tidar yang dikenal masyarakat luas menjadi pakunya Pulau Jawa yang berfungsi sebagai penyeimbang.
Hal tersebutlah yang ingin diibaratkan bahwa Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar spiritnya adalah menjadi penyeimbang.
Sumarno menuturkan jika pekerjaan Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar tidak lepas dari kemanusiaan lewat aksi nyata mereka ikut berkontribusi membantu sesama dengan tujuan mengejar ibadah semata demi pahala.Ā Sehingga anggota Satpol PP, Satlinmas, dan Damkar yang sudah bekerja di bidang kemanusiaan harus melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan ikhlas.
“Momen HUT ini sebagai penyemangat kita melayani masyarakat dengan hati ikhlas sekaligus menjadikan sebagai bagian dari ibadah dan bagian dari kita melaksakanan amanah sebagai Satpol PP, Satlinmas, maupun Damkar,” harap sekda.
Kepala Satpol PP Jateng, Budi Santoso menjelaskan filosofi “Dari Tidar Pakunya Tanah Jawa untuk Indonesia” mengandung makna Satpol PP, Satlinmas, Damkar bersama TNI, Polri, dan masyarakat siap menjaga NKRI dan siap melayani dengan hati kepada masyarakat, serta siap menyukseskan pesta demokrasi pemilihan umum 2024.
“Selain itu dari Lembah Tidar telah lahir para pemimpin bangsa, baik yang berangkat dari TNI maupun Polri, bahkan sudah tersebar ke seluruh negeri menjaga kedaulatan negara Indonsia,” katanya.
Ia menambahkan tentang adanya sejarah dan cerita legenda perbuatan menjaga keseimbangan berperilaku kebaikan untuk harmonisasi, ketertiban umum, ketenteraman masyarakat serta spiritual dengan tidak menghilangkan budaya Indonesia.
Dalam aksi yang dilakukan di depan Kantor Wali Kota Magelang itu diiringi dengan menggemakan lagu Satu Nusa Satu Bangsa yang dinyanyikan oleh seluruh peserta baik Forkopimda dan pejabat terkait.
Sembari bernyanyi, seluruh peserta bergandengan tangan dengan tali Merah-Putih disematkan di tangan masing-masing peserta.
Acara tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan pemugaran rumah tidak layak huni dari Baznas Jateng dan peluncuran aplikasi siPraja atau Sistem Informasi Penegakan Peraturan Daerah Jawa Tengah oleh Sekda Sumarno didampingi Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA dan Kepala Satpol PP Jateng, Budi Santoso.
(heru/lbi)Ā

