Tersangka Kasus Keracunan Massal Di Iran Kini Telah Tertangkap – Liputan Online Indonesia

Tersangka Kasus Keracunan Massal Di Iran Kini Telah Tertangkap. Foto: dok.1freewallpapers.com

liputanbangsa.com – Tersangka kasus yang menyebabkan keracunan massal di Iran kini telah ditangkap oleh otorites setempat pada (7/3/2023).

Kementerian Dalam Negeri Iran mengatakan penangkapan dilakukan di enam provinsi dengan menangkap orang yang dicurigai memproduksi bahan kimia yang menyebabkan para sisiwi di Iran keracunan.

“Sejumlah orang yang dicurigai memproduksi zat berbahaya telah ditangkap di enam provinsi. Salah satu tersangka adalah orang tua murid,” katanya.

Badan intelijen Iran telah melakukan beberapa penangkapan, dan lembaga terkait sedang melakukan investigasi penuh,” kata Wakil Menteri Dalam Negeri Iran Majid Mirahmadi.

Penangkapan itu dilakukan di beberapa provinsi seperti Khuzestan, Azerbaijan Barat, Fars, Kermanshah, Khorasan, dan Alborz.

Berdasarkan keterangan Kemendagri, salah satu tersangka yang ditangkap diduga menggunakan anak mereka dalam menjalankan aksi di sekolah.

Tersangka itu lalu merekam video siswa yang keracunan untuk diberikan ke media oposisi guna “menciptakan ketakutan dan menutup sekolah”.

Tiga tersangka lain dilaporkan punya catatan kriminal, termasuk “keterlibatan dalam kerusuhan baru-baru ini”. Istilah ini merujuk pada protes yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu di Iran terjadi insiden meninggalnya narapidana perempuan berusia 22 tahun bernama Amini yang meninggal dalam tahanan usai ditangkap karena dituduh melanggar aturan berpakaian Iran.

Anggota komite pencari fakta parlemen, Mohammad Hassan Asafari, mengatakan hingga kini belum diketahui penyebab para siswa keracunan. Belum pula ada informasi mengenai jenis racun yang digunakan kepada mereka.

“Dua puluh lima (dari 31) provinsi dan sekitar 230 sekolah terdampak. Lebih dari 5 ribu siswi dan siswa keracunan,” kata Asafari kepada kantor berita ISNA.

Presiden Iran Ebrahim Raisi pun menugaskan Kemendagri dan intelijen untuk segera memberikan informasi terbaru mengenai kasus ini.

Sejauh ini, menurut Kemendagri, tak ada zat berbahaya yang ditemukan dalam tubuh siswa yang dibawa ke pusat medis.

Wakil Menteri Kesehatan Saeed Karimi mengatakan zat racun yang dihirup para siswa belum tentu berupa gas. Zat tersebut bisa jadi bubuk atau pasta bahkan cairan.

“Iritasi yang dihirup ini belum tentu berupa gas tetapi mungkin dalam bentuk bubuk atau pasta atau bahkan cairan, yang ketika dituangkan di atas pemanas atau diucapkan oleh panas dapat menyebabkan komplikasi,” ucapnya.

(heru/lbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *