SEMARANG, liputanbangsa.com – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi pasif, tetapi juga turut serta dalam menjaga kejernihan pemberitaan media.
Ia menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam memahami dan menilai isi informasi secara kritis agar tidak mudah terjebak pada misinformasi dan hoaks.
“Kita ingin pemberitaan itu jernih dan mencerahkan. Tidak boleh ada miss informasi yang menyesatkan. Ini perlu dukungan masyarakat dengan cara memperhatikan dan memahami isi berita, apakah benar-benar informatif atau justru menimbulkan persepsi keliru,” ujar Mohammad Saleh.
Menurutnya, peran aktif masyarakat dalam mengkritisi media menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat.
Ia menyoroti pentingnya peningkatan literasi media agar masyarakat bisa membedakan mana informasi yang faktual dan mana yang berpotensi hoaks.

“Media massa sekarang ini semakin banyak dan cepat dalam menyajikan informasi. Tapi di sisi lain, mereka juga butuh saran dan kritik dari masyarakat agar tetap menjaga kualitas dan akurasi dalam menyampaikan berita,” lanjut Saleh.
Ia juga menilai bahwa umpan balik dari masyarakat sangat berharga untuk mendorong perbaikan berkelanjutan dalam produksi konten oleh media massa.
“Media butuh diperhatikan. Harapan mereka pun sama, yaitu ingin memperbaiki kualitas siaran dan publikasi. Oleh karena itu, masyarakat harus aktif memberikan masukan agar media bisa terus menyesuaikan dengan kebutuhan informasi yang aktual, edukatif, dan positif,” jelasnya.
Tak hanya itu, Saleh mengusulkan agar media menyediakan ruang atau rubrik khusus sebagai sarana bagi masyarakat dalam menyampaikan pendapat atau kritik membangun.
“Masyarakat bisa memanfaatkan ruang tersebut. Jangan hanya jadi penikmat informasi, tapi juga ikut berpartisipasi aktif. Dengan begitu, media akan semakin profesional dalam menyajikan informasi yang berkualitas,” pungkasnya.
(lb/lb)

