Ubah Bodi Motor Untuk Hilangkan Jejak, Ery Ceritakan Alasan Buang Korban Tabrak lari di Depok – Liputan Online Indonesia

ByAfifah Agustin

19 Februari 2023 ,
Ubah Bodi Motor Untuk Hilangkan Jejak, Ery Ceritakan Alasan Buang Korban Tabrak lari di Depok - Liputan Online Indonesia. Foto: dok.detik.com

liputanbangsa.com – Pelaku tabrak lari Ery Riansyah Arifin (26), mengubah bodi motornya, hingga mengganti pelat nomor kendaraan setelah membuang korbannya di Jalan Raya Sawangan, Kota Depok.

Kapolres Metro Depok Kombes Ahmad Fuady  mengatakan, “(Pelat nomor diganti) di bengkel teman pelaku,” ujarnya Sabtu (18/2).

Motor bernopol B-6368-EZS akhirnya diganti Ery menjadi nopol B-6134-ZRO yang merupakan milik temannya agar tidak terlacak polisi.

Tak sampai disitu saja, Ery bertekat kuat menghilangkan jejak dengan mengganti sebagian bodi motor. Dia berdalih melakukan itu untuk memperbaiki motornya.

“Pelaku memperbaiki motornya sesuai dengan pengakuan pelaku. Dari hasil pemeriksaan, ke bengkel milik teman pelaku dengan alasan diperbaiki,” tuturnya.

Tersebarnya video yang menunjukkan dirinya membonceng korban tabrak lari, Ellyefen viral di medsos, membuat identitas pemilik kendaraan bernama Icoh pun tersebar. Icoh sempat didatangi polisi karena motor tersebut.

“Iya polisi datang ke mari banyak ada dua mobil kayaknya mah, udah saya jelasin,” jelas Icoh ditemui di kediamannya, Jumat (17/2).

Setelah ditelusuri lebih lanjut, Icoh telah menjual motornya hingga ke tangan ketiga sekitar 10 tahun yang lalu.

“Awalnya anak saya kan ngejual motor dulu tahun 2013 kalau nggak salah, jadi belum dibalik nama sama si orang beli, dijual lagi,” tuturnya

Atas tindakan kriminal yang dilakukannya, Ery mengaku membuang korban karena panik dan bingung dengan biaya rumah sakit untuk perawatan korban.

“Karena panik, pelaku merasa khawatir dengan nanti biaya rumah sakit dan sebagainya (akhirnya buang korban),” kata Kapolresta Depok Kombes Ahmad Fuady.

Hasil pemeriksaan polisi, Ery mengaku semula berniat membawa korban ke rumah sakit. Namun hal itu urung ia lakukan.

“Dari hasil pemeriksaan pelaku awalnya ingin membawa ke rumah sakit, tapi karena pelaku bingung dengan biaya dan sebagainya, akhirnya pelaku mengubah niatnya, sehingga mencari lokasi untuk menurunkan korban di lokasi yang sepi. Kemudian korban diturunkan pelaku di area kebun di daerah Rawa Denok, Pancoranmas,” katanya. (afifah/lbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *