OPM Bantah Minta Barter Senjata dan Uang Pada Indonesia, Sambom: Itu Hanya Propaganda Indonesia – Liputan Online Indonesia

opmOPM Bantah Minta Barter Senjata dan Uang Pada Indonesia, Sambom: Itu Hanya Propaganda Indonesia - Liputan Online Indonesia. Foto: dok.rmol

liputanbangsa.com Media Indonesia mengabarkan kelompok pimpinan Egianus Kogoya meminta senjata dan uang untuk membebaskan pilot Susi Air, Philip Mehrtens, yang disandera beberapa pekan lalu. Namun, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) membantah sempat senjata dan uang kepada Indonesia.

Sebby Sambom selaku juru bicara TPNPB-OPM menegaskan bantahan tersebut. “Tidak. Kami tak pernah meminta uang dan senjata untuk menukar pembebasan pilot Philip Mark Mehrtens,” ujarnya seperti dikutip Asia Pacific Report, pekan lalu.

Lebih lanjut ia mengatakan, “Itu cuma propaganda dari pasukan Indonesia. Ini adalah masalah politik. Pilot Selandia Baru menjadi jaminan negosiasi politik.”

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Ady Prabowo sebelumnya sempat mengatakan polisi tak akan memenuhi keinginan untuk bertukar senjata dan uang demi membebaskan Mehrtens.

“Itu permintaan mereka di awal.Tapi, tentu saja kita tak merespons. Kami tak akan memberi senjata yang bisa digunakan untuk menembak pihak berwenang dan masyarakat sipil,” ungkap dia.

Saat ini Indonesia dikabarkan telah mengetahui titik koordinat pilot Susi Air tersebut. Selain itu, Dewan Gereja Papua menyatakan penyanderaan Mehrtens mengguncang psikologis istri dan keluarga dia.

Dengan demikian, mereka meminta pilot untuk segera dibebaskan dengan harapan OPM akan mendapat simpati dari komunitas internasional dan warga Indonesia.

“Mesti ada mediator netral atau negosiator yang dipercaya kedua belah pihak, TPNPB, masyarakat, dan pemerintah untuk membebaskan pilot itu,” kata anggota Dewan Gereja Papua, Reverend Socratez Sofyan, seperti dikutip Evening Report.

Mereka memastikan kondisi pilot masih menjadi prioritas pemerintah. Meski Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru (Ministry of Foreign Affair and Trade/MFAT) belum menerima perkembangan terbaru soal operasi pembebasan Mehrtens.

Dikutip dari CNNIndonesia.com, Kemenlu Selandia dari memberikan pernyataan. “Kesejahteraan warga Selandia Baru [Philip Mehrten] yang menjadi inti dari situasi ini adalah prioritas utama kami,” terangnya. (afifah/lbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *