Pesan Ganjar Kepada Warga dan Kelompok Tani Penerima Sertifikat Tanah, Manfaatkan Lahan untuk Aktivitas Produktif – Liputan Online Indonesia

taniPesan Ganjar Kepada Warga dan Kelompok Tani Penerima Sertifikat Tanah, Manfaatkan Lahan untuk Aktivitas Produktif - Liputan Online Indonesia. Foto: dok.jatengprov.go.id

BLORA, liputanbangsa.com – Tiga pesan disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada warga dan kelompok tani penerima sertifikat tanah di Desa Gabusan, Kabupaten Blora, Jumat (10/3).

Ganjar berpesan kepada para penerima sertifikat tanah, SK Perhutanan Sosial dan TORA di Jawa Tengah, agar memanfaatkan lahan untuk kegiatan produktif. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian.

“Masyarakat kan bisa mengakses, akseslah dengan baik untuk menumbuhkan ekonomi,” tuturnya.

Selanjutnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pemerintah melalui Perhutani akan terus mendampingi masyarakat dan kelompok tani.

“Ketiga tentu saja konservasinya jangan lupa, sehingga dari sisi tutupan dan lahan yang digunakan untuk kebutuhan ekonominya, bisa dipadukan,” tandasnya.

Menteri ATR RI/BPN Hadi Tjahjanto dan Wamen ATR RI/BPN Raja Juli Antoni turut mendampingi Presiden Jokowi. Selain itu, Menteri LHK RI Siti Nurbaya Bakar, Menseskab RI Pramono Anung, Bupati dan Forkopimda Blora, serta sejumlah kepala daerah di Jateng dan Jatim turut hadir pada kegiatan tersebut.

Presiden Jokowi menyatakan tercatat dari total 1.160 penerima, sebanyak 1.043 di antaranya sudah menerima sertifikat.

“Hari ini ternyata masalahnya bisa diselesaikan, meskipun dari 1.160 sertifikat, ini yang sudah jadi 1.043, sudah selesai. Disyukuri ngoten lho mpun rampung,” ujar Jokowi.

Hak Guna Bangunan (HGB) di atas HPL milik Pemda merupakan sertifikat yang diberikan. Sertifikat itu berlaku 30 tahun, dan bisa diperpanjang hingga 20 tahun, kemudian diperbarui 30 tahun lagi.

“Untuk yang hutan sosial, sudah semuanya. Saya hanya titip panjenengan sudah diberi SK-nya, tolong betul-betul tanahnya dibuat produktif, jangan ditelantarkan. Bisa ditanami jagung dan Jati, jagung dan mahoni, didiskusikan saja supaya semuanya bisa berjalan beriringan,” pungkasnya. (afifah/lbi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *