Lindu Aji Perluas Pengabdian, Ambulans Gratis Jadi Langkah Awal

 

SEMARANG — Langkah nyata terus ditunjukkan organisasi masyarakat Lindu Aji dalam mempertegas kiprahnya di tengah publik. Tak sekadar hadir sebagai penyampai aspirasi, kini Lindu Aji menegaskan diri sebagai organisasi yang aktif memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Hal itu ditegaskan Calon Ketua Umum DPP Lindu Aji, Septian Fajar—akrab disapa Tian—yang menggagas penyediaan layanan ambulans gratis sebagai bentuk pengabdian konkret. Bagi Tian, kehadiran ormas harus mampu dirasakan secara nyata, terutama dalam situasi mendesak yang membutuhkan respon cepat.

Putra Pendiri Lindu Aji, Ikhwan Ubaidillah ini menuturkan, organisasi tidak boleh hanya berhenti pada suara dan wacana. Lebih dari itu, Lindu Aji harus hadir melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Ini bukan sekadar program, tapi wujud komitmen kami untuk selalu hadir saat masyarakat membutuhkan. Ambulans ini diharapkan bisa menjadi penolong di saat genting,” ujarnya usai penyerahan simbolis kepada jajaran pengurus, Minggu (3/5/2026).

Ambulans tersebut merupakan bantuan yang diperuntukkan bagi kepentingan organisasi sekaligus masyarakat luas. Tian memastikan akses layanan ini dibuat semudah mungkin melalui jaringan pengurus di tingkat kecamatan yang tersebar di Kota Semarang.

Masyarakat yang membutuhkan cukup menghubungi pengurus terdekat atau contact person yang telah disiapkan. Dengan jaringan yang sudah terbentuk di sejumlah kecamatan, layanan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga.

Yang paling ditekankan, layanan ini sepenuhnya gratis tanpa pungutan apa pun.

“Kami tegaskan, tidak boleh ada biaya dalam bentuk apa pun. Ini murni untuk membantu masyarakat,” tegas Tian.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal DPP Lindu Aji, Nanang Setyono, menyebut program ini juga menjadi bagian dari upaya membangun wajah baru organisasi. Ia tak menampik, selama ini Lindu Aji kerap dilekatkan dengan stigma negatif.

Namun menurutnya, dalam satu dekade terakhir, berbagai kegiatan sosial sebenarnya telah rutin dilakukan, mulai dari pendampingan hukum, bantuan saat bencana, hingga kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat.

“Perubahan ini bukan hal instan. Kami sudah lama bergerak di bidang sosial, dan kini ingin lebih terlihat serta dirasakan dampaknya,” ujar Nanang.

Ke depan, Lindu Aji bertekad memperluas kontribusi, khususnya dalam pelayanan kesehatan. Program ambulans gratis menjadi pijakan awal untuk memperkuat citra tersebut sekaligus memperluas jangkauan manfaat.

Nanang menambahkan, inisiatif serupa sebelumnya telah berjalan di sejumlah daerah seperti Tegal dan Wonogiri. Kini, Semarang menjadi titik pengembangan berikutnya.

“Harapannya, setiap daerah nantinya memiliki fasilitas serupa. Semakin banyak yang terlayani, semakin besar manfaat yang bisa dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *