liputanbangsa.com – Tak hanya Kabupaten Magelang dan Kota Magelang saja, BPBD Jateng telah mencatat ada lima kabupaten/kota yang terdampak hujan abu Merapi pada Sabtu (11/3).
Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan menjelaskan lima kabupaten dan kota mana saja yang terkena dampak erupsi Gunung Merapi. “(Dampak abu vulkanik Merapi) Tidak hanya Kabupaten Magelang, Kota Magelang. Kemudian Temanggung juga kena, termasuk Boyolali (Tlogolele, Kecamatan Selo) juga abunya sampai Wonosobo,” ujarnya di Balai Desa Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, dikutip detikJateng, Sabtu (11/3).
Saat ini status Merapi masih pada level III atau siaga dan belum ada peningkatan, sehingga Bergas mengharapkan agar masyarakat tidak perlu panik.
“Tentunya tetap kewaspadaan warga masyarakat untuk saling jaga, siskamling tetap penting harus dijalankan,” tuturnya.
Tercatat sebanyak 24 kali guguran awan panas merapi sejak pukul 12.12 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Dengan demikian, pihaknya mengimbau kepada warga untuk menggunakan masker.
Seismograf merekam APG (awan panas guguran) erupsi Merapi pada pukul 12.12 WIB dengan amplitudo antara 25-70 mm dan durasi 128-458 detik dengan jarak luncur terjauh 4 km ke arah barat daya (Sungai Bebeng dan Krasak), jelas Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso. (afifah/lbi)

