liputanbangsa.com – Kelompok kriminal bersenjata (KBB) pimpinan Egianus Kogoya hingga kini masih menyandera Kapten Philip Mark Mehrtens. Melihat warganya masih disandera, Selandia Baru terus mengupayakan pembebasan pilot Susi Air itu.
“Kami terus melakukan segala yang kami bisa untuk mendapatkan resolusi damai dan pembebasan sandera dengan aman,” kata Juru Bicara Selandia Baru dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu (11/3).
Prioritaskan keadaan sandera benar-benar dalam kondisi aman, mereka lakukan kerjasama dengan Indonesia, salah satunya yakni dengan mengirimkan staf konsuler Selandia Baru dalam misi pembebasan pilot Susi Air tersebut.
Melalui juru bicara, mereka katakan akan terus memberikan dukungan dan menjaga ranah privat pihak keluarga dan warga, baik yang berada di Indonesia maupun di Aotearoa.
“Kesejahteraan warga Selandia Baru dan keluarganya adalah prioritas kami,” kata mereka.
Sebelumnya, Philip disandera setelah pesawat yang dia terbangkan diserang dan dibakar di Bandara Paro, Nduga, Papua, 7 Februari lalu oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya.
Saat ini pilot Susi Air tersebut dikabarkan dalam kondisi baik-baik saja dan telah beradaptasi dengan kelompok TPNPB-OPM, menurut Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Operasi Papua Merdeka.
“Dia baik-baik dan sudah beradaptasi,” kata Sebby saat dihubungi, Kamis (2/3).
Pemerintah Indonesia juga mengkhawatirkan keselamatan Philip, sehingga terus lakukan upaya pembebasan tanpa ada penyerbuan terhadap maskas KKB.
“Kami harus terus hati-hati karena para penyandera itu menyandera nyawa. Menyandera nyawa orang New Zealand,” Kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD.
“Kalau mau disergap bahaya itu. Kami sudah bicara untuk mengutamakan keselamatan Pilot,” imbuhnya. (afifah/lbi)

