Setujukah Anda Dengan Childfree? Beginilah Tanggapan Ahli – Liputan Onine Indonesia

Setujukah Anda Dengan Childfree? Beginilah Tanggapan AhliSetujukah Anda Dengan Childfree? Beginilah Tanggapan Ahli (Ilustrasi). Foto: dok.vlv-mag.com

liputanbangsa.com – Ide childfree pernah menjadi isu yang sempat menghangat di Indonesia. Isu tersebut mengemuka sejak Selebritas media sosial Gita Savitri (Gitasav) mengomentari salah satu followersnya soal penampilannya yang awet muda.

Dengan kalimat santai, dia merespons pujian follower-nya soal penampilannya yang awet muda. Gitasav menyatakan resep awet muda gara-gara childfree.

Ide childfree ini lantas menjadi bahan perbincangan di jagat maya hingga menjadi pro dan kontra dikalangan masyarakat indonesia.

Bahkan pilihan hidup tanpa anak ini mendapat komentar dari berbagai ahli dan petinggi di Indonesia.

Bukan soal isu tips awet muda yang kemudian menjadi pembahasan negara, tapi soal childfree itu sendiri. Pilihan hidup tidak punya anak di negara berpenduduk 273 juta jiwa ini ternyata cukup menyita perhatian publik.

Gita Savitri Devi
Foto Gita Savitri Devi. Foto: dok.idntimes.com

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, menyatakan childfree tidak baik bagi roda perekonomian masyarakat. Childfree berisiko membuat buruk ketersediaan tenaga kerja suatu masyarakat.

Hasto juga mengatakan Childfree juga tidak baik bagi kesehatan individu terutama pada perempuan karena meningkatkan potensi tumor mioma di rahim dan kanker endometrium.

“Secara makro untuk konteks masyarakat luas, jelas tidak baik ya,” kata Hasto.

Dari segi agama, Wakil Presiden Ma’ruf Amin kemudian juga turut berkomentar. Kata dia, manusia harus terus bereproduksi supaya bumi ini ada yang merawatnya sampai kiamat. Lagipula, tujuan pernikahan adalah untuk menghasilkan keturunan.

“Dan pernikahan itu dimaksudkan untuk mengembangbiakkan manusia melalui perkawinan supaya manusia berkembang dan terus bisa mengelola bumi ini sampai batas waktu terakhirnya, sampai kiamat,” kata Ma’ruf.

Namun meski mengundang pro dan kontra, tak sedikit publik pun menghargai tentang Pilihan hidup tanpa anak ini.

Sikap yang toleran terhadap pilihan childfree disampaikan oleh Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi. Hal yang perlu pula dipastikan saat memilih cara hidup childfree, pilihan tersebut juga perlu didasari kesepakatan dengan pasangan (suami atau istri). Pilihan childfree adalah hak perempuan

“Sebagai perempuan yang memiliki rahim untuk mengandung dan melahirkan anak, maka perempuan memiliki hak untuk menentukan apakah ingin memiliki anak atau tidak, jika ingin memiliki anak berapa, kapan, dan jaraknya berapa lama,” ucap Siti.

lalu bagaimanakah dengan kalian, apakah setuju atau tidak dengan ide childfree ini?

(heru/lbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *