Viral Fenomena Childfree, Kepala BKKBN : Jelas Tidak Baik – Liputan Online Indonesia

Viral Fenomena Childfree, Kepala BKKBN : Jelas Tidak Baik - Liputan Online Indonesia. Foto : Instagram/@gitasav

JAKARTA, liputanbangsa.com – Isu childfree menjadi viral lewat polemik di media sosial yang membahas soal pernyataan dari influencer terkenal Gita Savitri (Gitasav). Gita Savitri menjadi sorotan publik lantaran dirinya mengaku memilih hidup childfree setelah menikah.

Gita Savitri dipuji awet muda dan dia menyatakan resepnya adalah tidak punya anak. Dengan tidak punya anak, seseorang bisa istirahat lebih baik, tidur delapan jam tanpa stres oleh teriakan anak.

Childfree sendiri adalah istilah yang digunakan sebagai sebutan bagi orang-orang yang memilih untuk tidak memiliki anak. Istilah childfreecukup memengaruhi sebagian masyarakat Indonesia.

Menanggapi fenomena tersebut, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo mengungkapkan pilihan hidup seperti itu tidak baik.

“Secara makro untuk konteks masyarakat luas, jelas tidak baik ya,” kata Hasto dikutip dari detikcom, Jumat (10/2/2023).

Dia menjelaskan dampak childfree terhadap kondisi masyarakat dan juga terhadap kondisi kesehatan. Pertama, childfree mengakibatkan pertumbuhan penduduk menjadi minus. Kondisi ini bisa berdampak buruk bagi ketersediaan tenaga kerja suatu masyarakat.

“Karena, kalau semua orang semangatnya childfree maka terjadi resesi reproduksi, bukan resesi seks ya, tapi resesi reproduksi. Kalau resesi reproduksi tentu terjadi ‘minus growth’ pertumbuhan penduduk, sehingga terjadi kekurangan tenaga kerja. Ini ancaman, saya kira,” kata Hasto

Idealnya, tingkat kesuburan (total fertility rate) di Indonesia adalah 2,1, artinya bila ada 10 perempuan maka ada 21 anak yang mereka lahirkan. Saat ini, tingkat kesuburan Indonesia ada di angka 2,8. Secara umum, dua anak adalah angka yang cukup.

“Pentingnya mempertahankan jumlah anak supaya tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit, tidak satu anak,” kata dia.

Ia juga menjelaskan, childfree meningkatkan risiko kesehatan bagi perempuan yang menjalaninya. Dokter kebidanan lulusan UGM ini berbicara mengenai mioma (miom) yang dialami perempuan yang tidak melahirkan atau punya anak sedikit.

“Saya mencermati orang-orang yang anaknya sedikit atau tidak punya anak, misalnya anaknya hanya satu, itu cenderung lebih mudah kena miom (mioma), tumor yang ada di rahim, itu lebih mudah terjadi pada orang yang anaknya sedikit,” kata Hasto.

Untuk perempuan yang tidak punya anak dengan kondisi badan gemuk serta punya bakat diabetes, perempuan tersebut rentan mengalami kanker endometrium, yakni kanker lapisan dalam rahim.

“Dari sisi medis, ini (childfree) tidak bagus,” kata Hasto.

(dian/lbi)

Bydian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *