liputanbangsa.com – Indonesia dinilai mempunyai ragam produk makanan dengan cita rasa yang khas, Wakil Ketua MPR Yandri Susanto meminta agar produk makanan nasional bisa memperluas bisnis mereka di tingkat internasional.
Pernyataan tersebut dikeluarkan Yandri ketika mendatangi Toko Bandeng Juwana di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (26/3). Pada kesempatan itu, iamelihat berbagai macam olahan bandeng dan ikan lainnya dengan berbagai bentuk dan rasa.
“Saya apresiasi kepada para anak bangsa yang telah melakukan terobosan dan inovasi untuk memperkaya sumber makanan,” kata Yandri dalam keterangan, Selasa (28/3).
Berbagai macam olahan makanan Tanah Air yang memiiki ciri khasnya tersendiri itu pun diharapkan Yandri dapat dinikmati masyarakat luar negeri, tak hanya dinikmati kelezatannya oleh masyarakat Indonesia saja.
“Perlu go internasional. Bila ekspor maka hal demikian akan menghidupkan siklus ekonomi yang luar biasa. Disebut sumber tenaga kerja akan banyak terserap dan devisa meningkat. Untuk itu perlu kehadiran negara agar bisa dilakukan ekspor,” jelasnya.
Menindaklanjuti hal tersebut, ia meminta pemerintah segera memberikan akses kemudahan dalam mengekspor bagi pelaku usaha kuliner, sepert Bandeng Juwana.
“Misalnya pajaknya agak ditekan sedikit supaya tidak terlalu mahal,” tuturnya.
Ia meyakini bisnis pelaku usaha dapat lebih berkembang melalui kemudahan yang diberikan.
“Bila sudah go international otomatis petani bandeng, patin, lele, peternakan ayam, akan bangkit,” harapnya.
Upaya tersebut juga mempermudah pelaku usaha yang ingin memperoleh pasar baru di kancah internasional dan membangkitkan perkonomian dalam negeri.
“Neraca ekspor impor akan menjadi imbang,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan pelaku usaha kuliner Tanah Air bisa memainkan peran dalam memenuhi kebutuhan makanan jamaah haji Indonesia.
“Uangnya kita, orangnya dari Indonesia tetapi menunya dari negara lain, aneh kan. Uang yang berputar dari jamaah haji disebut triliunan jadi sangat disayangkan kalau uang itu lari keluar,” katanya.
Pada tahun ini, ia berharap produk kuliner Indonesia dapat berperan besar untuk membantu menyediakan kebutuhan makanan jamaah haji Tanah Air.
“Untuk itu disebut insya Allah tahun ini, produk-produk Indonesia akan memulai mewarnai rasa yang disantap oleh jamaah haji dari Indonesia. Apakah itu di Madinah atau Makkah. Bila jamaah haji mengkonsumsi makanan produk dalam negeri hal yang demikian disebut sebagai peluang yang baik bagi pelaku usaha,” tuturnya. (afifah/lbi)

