liputanbangsa.com – Kota Semarang identik dengan lunpia sebagai makanan khasnya. Wisatawan yang berkunjung ke Semarang wajib mencoba kudapan satu ini, terutama Lumpia Cik Me Me yang populer di ibu kota Jawa Tengah ini.
Berdiri sejak tahun 1870 oleh engkong buyut Cik Me Me, yaitu pasangan suami Istri Tjoa Thay Joe dan Mbok Wasie, lunpia ini sudah berusia ratusan tahun.
Maestro Chef Lunpia Tan Yok Tjay dan So Tan Hwa yang merupakan generasi kedua Lunpia Mataram dan Generasi keempat Lunpia Semarang ini membimbing langsung anaknya untuk membuka usaha, yakni Meliani Sugiarto atau yang lebih dikenal dengan panggilan Cik Me Me
“Kita sadari bahwa berselang tiga tahun yang lalu dunia usaha telah nyaris luluh lantak akibat diterpa badai virus Corona. Kita patut bersyukur belakangan ini sudah semakin surut dan kian berlalu,” ujar Cik Me Me, dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/3).
Diketahui, lunpia telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Nasional Tak Benda dan sekaligus merupakan ikon kuliner Kota Semarang. Dengan demikian, Cik Me Me berharap lunpia mampu segera bangkit untuk menjadi sajian unggulan di bidang kuliner.
Cik Me Me tak segan berikan promo beli satu gratis satu selama Ramadhan untuk kembali membangkitkan pariwisata di Kota Semarang.
“Promo ini tanpa minimal pembelian. Berlaku untuk menu Lunpia Special, berlaku juga untuk dine-in, takeaway, online, e-commerce dan pembelian melalui WA,” sebutnya. (afifah/lbi)

