liputanbangsa.com – Tragedi terjadi dialami kapal penumpang di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, tenggelam di Teluk Wasampela Tengah, pada Senin dini hari (24/7).
Kapal dengan rute Kecamatan Mawasangka Tengah ke Mawasangka Timur di kabupaten tersebut memuat lebih dari 40 orang.
15 orang tewas akibat peristiwa itu data sejauh ini.
“Iya benar, ada kapal penyeberangan antar-desa tenggelam di Buton Tengah dini hari tadi,” kata Humas Basarnas Kendari, Wahyudi pada Senin (24/7).
Tim SAR Baubau telah menuju lokasi kecelakaan.
“Ops SAR terhadap 1 kapal penyeberangan antar-desa yang tenggelam di Teluk Mawasangka Tengah oleh Tim Rescue Pos SAR Baubau dan Unit Siaga SAR Muna,” demikian cuitan Akun Twitter @HumasSARKendari, Senin (24/7).

“Turut berduka cita atas tenggelamnya kapal di Desa Lagili, Kecamatan Mawasangka Timur, Kabupaten Buton Tengah, Sulwesi Tenggara,” demikian pernyataan Lapas Baubau melalui akun Twitter-nya, @Lapas_Baubau, Senin (24/7).
Kapal penumpang penyeberangan antar-desa di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, tenggelam pada Senin dini hari (24/7).
Humas Basarnas Kendari, Wahyudi, mengatakan kapal diperkirakan membawa 40 orang penumpang. Kapal tenggelam di teluk Teluk Wasampela Tengah.
“Iya benar, ada kapal penyeberangan antar-desa tenggelam di Buton Tengah dini hari tadi,” kata Wahyudi.
Ia mengatakan, SAR Kendari mendapatkan informasi kecelakaan tersebut sekitar pukul 02.30 WITA. Tim SAR kemudian diterjunkan ke lokasi melakukan penyelamatan.
“Pencarian dilakukan dengan penyelaman dan penyisiran sekitar lokasi,” ungkapnya.
Hasilnya, Tim SAR Gabungan hingga saat ini telah berhasil menemukan sebanyak 15 orang penumpang dalam keadaan tak bernyawa dan 6 orang penumpang selamat.
“Keseluruhan korban yang meninggal dunia dilakukan identifikasi di Puskesmas Mawasangka Timur untuk diserahkan ke keluarganya. Sedangkan korban selamat saat sementara diberi perawatan,” kata dia.
Wahyudi mengatakan, SAR masih berada di lokasi melakukan pencarian penumpang yang hilang. Tercatat, sebanyak 19 orang penumpang belum ditemukan.
“Sementara jumlah korban yang masih dalam pencarian 19 orang,” tandasnya.
Kapal penyeberangan antar desa tenggelam pada saat melakukan penyeberangan dari Lanto menuju Desa Lagii dari mengikuti kegiatan HUT Buteng.
Identitas Korban Meninggal dan Selamat

Korban kapal tenggelam. Dok: Humas Basarnas Kendari
Korban Meninggal Dunia
Berikut merupakan identittas korban meninggal dunia dari tenggelamnya kapal di Kabupaten Buton Tengah :
-
Yanti, umur 20 tahun, alamat Desa Lagili;
-
Sayana, umur 38 tahun, alamat Desa Lagili;
-
Narti, umur 19 tahun, alamat Desa Lagili;
-
Elena, umur 24 tahun, alamat Desa Lagili;
-
Nurasafila, umur 26 tahun, alamat Desa Lagili;
-
Eti Fariski, umur 18 tahun, alamat Desa Lagili;
-
Darni, umur 17 tahun, alamat Desa Lagili;
-
Lakiran, umur 46 tahun, alamat Desa Lagili;
-
Afkar, umur 15 tahun, alamat Desa Lagili;
-
Gadis, umur 16 tahun, alamat Desa Lagili;
-
Irma, umur 17 tahun , alamat Desa Lagili;
-
Muh Rifal, umur 16 tahun, alamat Desa Lagili;
-
Waunde, umur 37 tahun, alamat Desa Lagili;
-
Lusnawati, umur 17 tahun, alamat Desa Lagili;
-
Muh. Kisan, umur 7 tahun, alamat Desa Lagili.
Korban Selamat
Berikut merupakan identittas korban selamat dari tenggelamnya kapal di Kabupaten Buton Tengah :
-
Marlina, umur 18 tahun, alamat Desa Lagili;
-
Putri Hanudin, umur 14, alamat Desa Lagili;
-
Salsia, umur 26 tahun, alamat Desa Lagili;
-
Egi, umur 20, alamat Desa Lagili;
-
Heni Marlina, umur 23 tahun, alamat Desa Lagili;
-
Paramita, umur 15 tahun , alamat Desa Lagili.
(ar/lb)
-

