SEMARANG, liputanbangsa.com – Dalam upaya peningkatkan kesadaran dan pemahaman politik masyarakat, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) sekaligus bagian Kementerian Dalam Negeri adakan kegiatan “Pengembangan Literasi Politik melalui Forum Perempuan”.
Ditjen Polpum, melalui kegiatan ini berupaya mendorong partisipasi aktif perempuan dalam proses demokrasi dan tata kelola pemerintahan, sejalan semangat inklusivitas dan kesetaraan gender.
Acara ini juga menjadi platform bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan, serta membangun jaringan yang kuat dalam upaya meningkatkan kesadaran politik.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Tengah, Haerudin, S.H., M.H turut hadir mengisi acara yang dilaksanakan di Hotel Getz, Semarang ini pada Selasa, (22/8/2023).

Dalam sambutannya, Haerudin menyampaikan pentingnya literasi politik dalam membangun masyarakat yang cerdas dan berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi.
“Pentingnya pemahaman yang baik tentang proses politik dan tata kelola pemerintahan dapat memberikan wawasan kepada masyarakat, terutama perempuan agar mereka mampu berkontribusi dengan lebih baik dalam pembangunan negara,” tuturnya.
Turut juga hadir berbagai lapisan masyarakat, khususnya perempuan yang memiliki peran strategis dalam memengaruhi dinamika politik di tingkat lokal maupun nasional.
Selain itu, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi mengenai isu-isu politik terkini serta memberikan pandangan mengenai cara mengembangkan literasi politik di kalangan perempuan.

Banyak peserta mengungkapkan keinginan mereka untuk lebih memahami peran politik dan kontribusi yang dapat diberikan oleh perempuan dalam masyarakat.
Haerudin mengapresiasi antusiasme ini dan memberikan inspirasi serta arahan pada peserta mengenai langkah-langkah praktis yang dapat diambil untuk meningkatkan literasi politik di komunitas masing-masing.
Ia juga berpesan bahwa momentum ini akan mendorong semakin banyak perempuan untuk terlibat dalam dunia politik dan pemerintahan, serta menjadi agen perubahan yang berdampak positif bagi masyarakat dan negara.
“Dengan semakin meningkatnya literasi politik di kalangan perempuan, diharapkan akan tercipta iklim demokrasi yang lebih dinamis dan berkelanjutan di Provinsi Jawa Tengah dan seluruh Indonesia,” tuturnya.
(ar/lb)

