Paus Fransiskus Alami Gagal Napas Akut Akibat Penumpukan Lendir, Ini Kondisi Terkininya

liputanbangsa.com – Paus Fransiskus mengalami dua kali gagal napas akut akibat penumpukan lendir yang harus disedot melalui prosedur medis.

Kantor Pers Takhta Suci mengonfirmasi bahwa Paus tetap sadar dan kooperatif selama perawatan.

Dilansir dari Vatican News pada Selasa (4/3/2025), pernyataan resmi Vatikan menyebutkan bahwa Paus mengalami insufisiensi pernapasan akibat akumulasi lendir endobronkial yang signifikan, disertai bronkospasme.

Kondisi ini memerlukan dua kali bronkoskopi untuk membersihkan saluran napasnya.

Pada sore hari, Paus kembali menjalani ventilasi mekanis non-invasif.

Baca Juga : Perdana, Paus Fransiskus Serukan Konflik Gaza hingga Arab Saudi Kecam Israel

Hasil tes darah menunjukkan tidak ada infeksi baru, dan akumulasi lendir tersebut merupakan dampak dari pneumonia yang sebelumnya dideritanya.

Para dokter menilai kondisi Paus masih kompleks dan krisis serupa dapat terjadi lagi.

 

Paus Fransiskus Masih Dirawat, Ada Risiko Sepsis

Dr. Sergio Alfieri, kepala tim medis yang menangani Paus di Rumah Sakit Agostino Gemelli, Roma, memastikan bahwa nyawa Bapa Suci tidak dalam bahaya.

Namun, Paus masih harus menjalani perawatan intensif setidaknya selama sepekan karena kondisi kesehatannya yang belum stabil.

Dalam konferensi pers pada Jumat (21/2/2025), Dr. Alfieri, didampingi Dr. Luigi Carbone dari layanan kesehatan Vatikan, menjelaskan bahwa meskipun Paus tidak menggunakan ventilator, ia masih mengalami kesulitan bernapas dan pergerakannya terbatas.

Para dokter juga mengungkapkan kekhawatiran terkait risiko infeksi yang dapat memasuki aliran darah dan memicu sepsis reaksi ekstrem sistem imun terhadap infeksi yang bisa berakibat fatal.

Meskipun demikian, Dr. Alfieri optimistis bahwa Paus Fransiskus dapat kembali ke Casa Santa Marta di Vatikan setelah masa perawatan.

Namun, ia menegaskan bahwa masalah pernapasan kronis yang dialami Paus kemungkinan masih akan berlanjut.

Kesehatan Paus Fransiskus menurun sejak 14 Februari lalu akibat bronkitis yang berkembang menjadi pneumonia ganda.

Sejak saat itu, ia menjalani perawatan medis intensif di Rumah Sakit Agostino Gemelli.

Saat ini, umat Katolik di seluruh dunia terus mendoakan kesembuhan Paus Fransiskus.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *