Masjid Ini Punya Cara Unik Bangunkan Sahur Warga

liputanbangsa.com – Ada berbagai macam cara unik yang dilakukan masyarakat untuk membangunkan sahur, salah satunya seperti yang dilakukan oleh sejumlah pemuda di Masjid Al-Hikmah Samarinda, Kalimantan Timur.

Viral cara unik yang membangunkan warga untuk sahur dengan menyalakan alarm dari stasiun kereta.

Selain itu, para pemuda kota tersebut juga menghibur masyarakat yang sedang menjalankan sahur dengan senandung nasyid merdu dan penuh makna.

Masjid Al Hikmah yang berada di kawasan Jalan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda ini memiliki cara unik untuk membangunkan sahur bagi masyarakat setempat.

Di masjid ini, menggunakan bunyi alarm keberangkatan jadwal kereta di stasiun, yang mulai dibunyikan sejak pukul 03.10 wita dini hari.

Setelah alarm jadwal keberangkatan kereta ini berbunyi, sejumlah kelompok pemuda kemudian menghibur masyarakat yang tengah santap sahur, dengan hiburan senandung nasyid.

 

Apa Itu Nasyid?

Nasyid sendiri adalah salah satu seni musik vokal alami tanpa iringan alat musik, yang liriknya biasanya berisi tentang pujian, doa, nasihat, dan kisah para nabi.

Senandung nasyid yang dinyanyikan oleh sejumlah pemuda masjdi ini pun terdengar cukup merdu, sehingga bisa membangunkan warga sekitar dengan lembut sekaligus menghibur.

Aksi seperti ini ternyata telah rutin dilakukan oleh kelompok pemuda Masjid Al-Hikmah selama empat tahun terakhir.

Tehnik membangunkan sahur dengan menggunakan alarm keberangkatan stasiun yang viral di media sosial, ternyata baru mereka terapkan selama tiga hari terakhir.

Salah seorang pemuda Masjid Al-Hikmah Samarinda bernama Nur Hidayat mengatakan teknik membangunkan sahur dengan alarm keberangkatan kereta di stasiun ini merupakan ide bersama para pemuda masjid.

Ide itu pun didapat secara otodidak, lantaran dinilai memiliki filosofi yang mendalam.

“Untuk idenya kita dapat secara otodidak, jadi kita tidak dapat inspirasi dari manapun akan tetapi memang kita mencari sebuah tehnik yang ada filosofinya,” kata Nur Hidayat saat ditemui di Masjid Al-Hikmah Samarinda, Sabtu (15/3/2025).

 

Makna

Menurutnya, filosofi dari alarm keberangkatan kereta ini, bermakna sebuah stasiun kereta yang menggambarkan bulan Ramadan, kemudian gerbong kereta yang menggambarkan puasanya, dan jadwal keberangkatan kereta yang bermakna jadwal imsak.

Oleh sebab itu, usai melantunkan nasyid selama 15 menit, dari menara masjid ini akan terdengar suara alarm keberangkatan kereta sebanyak lima kali.

“Memang teknik alarm stasiun ini menggambarkan sebuah stasiun yang diartikan Ramadan-nya, sebuah kereta yang diartikan puasanya, sebuah kereta yang diartikan puasanya, dan jadwal keberangkatannya yang diartikan sebagai jadwal imsak,” sambungnya.

Cara membangunkan sahur dengan suara alarm keberangkatan kereta di stasiun ini pun ternyata diklaim cukup ampuh untuk membangunkan sahur bagi masyarakat di sekitar masjid Al-Hikmah Samarinda.

Selain unik, suara alarm keberangkatan kereta ini juga mengingatkan masyarakat bahwa sudah mendekati waktu imsyak.

“Banyak juga kok warga yang menyampaikan pada saya ini merupakan cara yang efektif dan sangat membantu untuk warga sekitar, terutama dalam hal membangunkan sahur,” tandasnya.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *