liputanbangsa.com – CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi akan melunasi tunggakan gaji pemain sesuai dengan waktu yang ditetapkan.
Kabarnya, gaji para pemain sejak bulan Januari 2025 belum terbayarkan. Hal itu terungkap saat suporter mendatangi para pemain.
Manajemen sudah berupaya untuk mendatangkan dana segar dengan mengkonversi saham untuk membayar utang.
Akan tetapi, setelah investor ditawarkan satu persatu tidak ada yang mau untuk menutup utang tersebut.
Termasuk mengupayakan untuk mencari investor baru namun belum mendapatkan pemilik baru.
“Untuk pemenuhan hak pemain atau official selalu diupayakan dan akan menjadi tanggung jawab saya selaku pemegang saham terbesar dan pengelola PSIS, Insya Allah tuntas tepat waktu sesuai rencana,” katanya.
Dikatakan, hutang PSIS beberapa tahun terakhir yang rencana akan dikonversi menjadi saham juga telah ditawarkan kepada pemegang saham satu per satu.
Tapi hingga batas waktu tidak ada yang bersedia menutup atau membeli serta tidak ada yang bersedia mengambil alih pengelolaan PSIS.
“Akhirnya karena kecintaan saya kepada PSIS hutang tersebut sudah saya lunasi tuntas dan PSIS sudah sehat kembali, “ ujarnya.
“Tidak terbebani hutang masa lalu sudah tinggal melangkah dengan kekuatan baru,” papar dia.
Selesaikan Masalah di FIFA

PSIS juga menghadapi masalah baru, dengan adanya pengaduan ke FIFA, terkait pembayaran gaji pemain.
“Kemudian terkait permasalahan di FIFA, juga akan kami segera selesaikan dalam waktu dekat, tuntas seluruhnya menjadi tanggung jawab saya,” tegasnya.
Pihaknya sudah menyerahkan pengelolaan PSIS kepada pemegang saham.
DI sisi lain, ia menginstruksikan kepada direktur utama, Agung Buwono untuk mencari investor baru yang bersedia mengelola PSIS kedepannya.
“Supaya PSIS musim depan bisa cepat bangkit kembali berjaya dan segera kembali promosi ke Liga 1 musim depan,” jelasnya.
“Saya mohon kebesaran hati seluruh pecinta PSIS dan warga Semarang untuk berkenan menerima permohonan maaf saya,” pungkas Yoyok.
(ar/lb)

