Harga Pertalite di Bengkulu Tembus Rp 80 Ribu per Liter, Warganet : Ayo Pak Naik Haji

liputanbangsa.comHarga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kabupaten Seluma, Bengkulu, dilaporkan tembus hingga Rp 80 ribu per liter.

Informasi tersebut diketahui dari sebuah video amatir yang dibagikan oleh akun Instagram @bengkului*** pada Minggu (25/5/2025) siang.

Dalam video itu, terlihat seorang pria berbaju krem sedang menjual BBM jenis Pertalite. Perekam video, dari dalam mobilnya, menanyakan harga Pertalite yang dijual pria tersebut.

Beberapa pekan terakhir, BBM memang sulit didapatkan di Provinsi Bengkulu. Jika pun tersedia, harganya melonjak tinggi.

Pria dalam video tersebut menjawab bahwa harga Pertalite yang ia jual adalah Rp 80 ribu per liter.

“Seliter, Rp 80 ribu,” ucap pria itu.

Perekam yang tampak tidak percaya lalu kembali menanyakan harga tersebut.

“Seliter berapa?” tanya perekam.

“80,” jawab pria itu singkat.

Sontak, perekam video kaget dan tampak tidak percaya dengan harga tersebut.

“Woi, gilo! Seliter 80,” ujarnya dalam video.

Video itu pun langsung viral di media sosial, mendapat ribuan komentar dan reaksi dari warganet.

“Serempak ajo pak, ndak naik haji (Barengan aja pak kalau mau naik haji),” tulis akun @muhammadjulioo.

“Mencerminkan masyarakat Indonesia sekali bapak ini. Orang lagi susah bukannya dipermudah, malah dibuat tambah susah,” tulis akun @faisalbisry.

“Astaghfirullah. Padahal dalam agama diatur batas keuntungan itu berapa. Nyekik itu namanya,” komentar akun @maihendry.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum diketahui pasti lokasi pedagang eceran tersebut. Namun dalam video, tertera keterangan singkat bahwa kejadian tersebut terjadi di Seluma, Bengkulu.

 

DPRD Panggil Pengelola SPBU

Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Seluma menjadi keluhan banyak warga.

Antrean panjang kendaraan terus terlihat selama tiga hari terakhir di empat SPBU yang tersebar di wilayah tersebut.

Menanggapi situasi ini, Anggota Komisi I DPRD Seluma, Febrinanda, menyatakan bahwa kelangkaan BBM terjadi secara merata di seluruh Provinsi Bengkulu.

Ia menilai kondisi ini tidak bisa dibiarkan karena menyangkut kebutuhan pokok masyarakat, yang sebagian besar bergantung pada BBM untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Saya sudah sampaikan ini ke Pak Bupati dan Pak Gubernur agar segera mengambil tindakan menyikapi kelangkaan BBM ini. Semoga segera ditindaklanjuti,” ujar Febrinanda saat dikonfirmasi pada Minggu pagi (25/5/2025).

Menurut Febrinanda, sebagai pejabat publik sekaligus wakil rakyat, sudah menjadi kewajibannya untuk peduli terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Salah satunya adalah soal kelangkaan BBM yang kini banyak dikeluhkan.

“Harus ada kejelasan menyikapi kelangkaan BBM ini. Harus ada solusi nyata agar masyarakat bisa tenang,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan akan memanggil seluruh pengelola SPBU di Kabupaten Seluma untuk meminta penjelasan terkait penyebab pasti kelangkaan BBM tersebut.

Setelah itu, DPRD akan berupaya mencari solusi konkret agar persoalan ini bisa segera ditangani dan tidak berlarut-larut.

“Segera kita jadwalkan untuk memanggil para pengelola SPBU. Kita akan duduk bersama membahas kelangkaan BBM ini dan mencari solusi agar kelangkaan ini dapat teratasi,” tutup Febrinanda.

 

Antrean Panjang

Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di Kota Bengkulu, menyebabkan antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada Minggu (25/5/2025).

Salah satu titik antrean terpanjang terlihat di SPBU Panorama, yang juga dikenal sebagai SPBU Tebeng.

Di lokasi ini, antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter.

“Antre di sini dari jam 9, sampai sekarang jam 11-an masih ngantre. Di mana-mana pertalite gak ada, pertamax gak ada, eceran juga banyak yang kosong. Jadi mau gak mau ya kami antre panas-panas di SPBU ini,” ujar Warsito, warga Sawah Lebar, Minggu (25/5/2025).

Terkait kondisi tersebut, Warsito berharap agar pemerintah daerah, baik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, dapat memberikan solusi yang konkret.

Ia menekankan bahwa masyarakat membutuhkan akses BBM tanpa harus mengantre panjang seperti saat ini.

“Semoga pemerintah segera mengatasi permasalahan ini,” harapnya.

Warsito juga menyebutkan bahwa antrean panjang ini bukan hal baru, melainkan telah terjadi selama hampir sepekan.

“Ini sudah semingguan, bisa dilihat sendiri berapa panjang antreannya. Hampir 2 kilometer, dari SPBU ini sampai ke lampu merah Panorama,” tutupnya.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *