Apa Saja Dampak Polusi Udara Bagi Kesehatan? – Liputan Online Indonesia

liputanbangsa.com Paparan polusi udara dapat memberikan dampak jangka pendek dan jangka panjang pada kesehatan tubuh secara umum, termasuk kesehatan pencernaan.

Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB menyebutkan bahwa polusi udara tidak hanya dapat menyebabkan masalah pernapasan, tetapi juga masalah kesehatan lainnya, seperti gangguan pada mata, kulit, dan pencernaan.

Dampak polusi udara pada kesehatan pencernaan dapat terasa ketika makanan atau minuman yang dikonsumsi tercemar dengan polutan.

Pasalnya, polutan dapat masuk ke dalam sistem pencernaan melalui makanan sehingga menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk peradangan pada usus besar.

Polutan dapat terhirup dan mengontaminasi makanan Prof Ari menjelaskan bahwa polutan yang terhirup memang akan memberikan dampak langsung pada paru-paru.

Namun, polutan dapat beredar melalui pembuluh darah sehingga mempengaruhi kesehatan organ-organ tubuh lainnya, seperti jantung, liver, ginjal, dan lambung.

Tidak hanya terhirup, zat partikulat yang ada di dalam polusi udara dapat masuk ke dalam saluran pencernaan melalui makanan.

Zat ini umumnya dapat mencemari makanan atau minuman yang terpapar dengan polusi atau berada pada udara terbuka.

“Secara langsung ketika makanan itu mengandung polutan pasti jadi diare, tetapi dalam jangka panjang ini akan menyebabkan peradangan pada usus besar kemudian dapat terjadi yang namanya inflammatory bowel disease (IBD),” ujarnya dalam Webinar CME FKUI pada Kamis (24/8/2023).

Pasalnya, polutan akan mengganggu mikrobiota di dalam pencernaan yang merupakan kuman baik yang bertugas untuk menjaga agar usus tetap sehat.

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *