SEMARANG, liputanbangsa.com – Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh mengapresiasi upaya Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengajak Band Sukatani asal purbalingga jawa tengah untuk menjadi duta Polri.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menyampaikan setelah band tersebut viral dengan lagu kritik berjudul “Bayar Bayar Bayar”.
“Nanti kalau Band Sukatani berkenan, akan kami jadikan juri atau duta untuk Polri untuk terus membangun kritik demi koreksi dan perbaikan terhadap institusi serta konsep evaluasi secara berkelanjutan terhadap perilaku oknum Polri yang masih menyimpang,” kata Sigit di Jakarta, Minggu.
Sigit menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus berbenah menjadi organisasi yang adaptif dan modern.
Menurutnya, masyarakat justru mencerminkan kecintaan mereka terhadap Polri melalui kritik.
Sebelumnya, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, menyatakan bahwa Polri menerima kritik dengan terbuka dan telah menyediakan berbagai forum untuk menyampaikannya, termasuk melalui kegiatan seni seperti stand-up comedy.
Gitaris band tersebut, Alectroguy, menjelaskan bahwa mereka sebenarnya membuat lagu Bayar Bayar Bayar untuk mengkritik oknum kepolisian yang melanggar peraturan.
DPRD Jateng Beri Apresiasi

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengapresiasi Kapolri yang mengajak Band Sukatani asal Purbalingga menjadi duta Polri.
“Kami menghargai upaya semua pihak dalam mencari solusi terbaik terkait polemik Band Sukatani, terutama Kapolri dan jajarannya yang menerima kritik dari musisi dan seniman di Jawa Tengah,” ujarnya dalam acara Training Orientasi Pengurus BEM Undip 2025, Minggu (23/2).
Kasus ini bermula setelah Band Sukatani mengunggah video permintaan maaf di Instagram pada Kamis (20/2) terkait lagu “Bayar, Bayar, Bayar” dari album Gelap Gempita (2023), yang mengkritik oknum polisi pelaku suap dan pungli. Gitaris Muhammad Syifa Al Ufti (Alectroguy) dan vokalis Novi Citra Indriyanto (Twister Angel) pun meminta maaf kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Mereka juga mengumumkan penghapusan lagu tersebut dari platform digital dan meminta publik menghapus rekamannya.
Insiden ini mendapat perhatian publik luas, dengan banyak seniman dan netizen menyuarakan dukungan untuk band tersebut.
Lagu “Bayar, Bayar, Bayar” juga dikumandangkan dalam berbagai aksi protes, termasuk aksi Kamisan di Jakarta dan demonstrasi Indonesia Gelap.
(ar/lb)

