liputanbangsa.com – Rumah warga dijadikan kelas untuk belajar oleh Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Sebanyak tiga kelas SDN 2 Sambongrejo rusak parah sehingga mereka terpaksa belajar di rumah warga sekitar. Bahkan, tempat mereka mencari ilmu untuk sementara ini juga masih berlantai tanah.
Yasminingsih, salah seorang guru tersebut mengatakan, ia dan para siswa sudah hampir dua tahun belajar di rumah warga.
“Karena ruang kelasnya rusak parah. Bahkan dulu saat mengajar, plafon ambrol dan beruntung tidak ada korban,” ujarnya dikutip dari Kompas.com pada Selasa (21/2).
Kondisi rumah warga yang dijadikan tempat belajar sementara juga tidak dalam kondisi yang baik. Para murid tidak bisa konsentrasi dalam mengikuti pelajaran karena kondisinya panas.
“Sumuk dan panas. Belum lagi jika ada suara mesin penggiling padi yang lewat, anak-anak terganggu. Kadang ada juga warga yang menyalakan bediang (perapian untuk hewan), asapnya sampai ke ruangan,” kata dia.
Terhitung sejak akhir 2021 hingga saat ini, siswa kelas 3, 4 dan 6 SDN 2 Sambongrejo melakukan proses belajar di rumah warga tersebut.
Selain karena atap plafon ruang kelas ambrol, gedung sekolah yang untuk sementara waktu tidak mereka tempati itu juga temboknya banyak yang retak. “Kami sering pindah-pindah tempat mengajar dari rumah warga yang satu ke warga lain. Bahkan dulu juga pernah di dekat kandang kambing,” terang dia.
Pihak sekolah mengaku telah mengajukan pembangunan gedung yang rusak sejak dua tahun lalu, tetapi belum ada tindakan lanjut untuk merealisasi hingga saat ini.
Salah satu siswa kelas 4, Ira mengatakan dirinya dan teman sekelasnya berharap pemerintah segera memperbaiki ruang kelas yang rusak.
“Saya ingin ruang kelas diperbaiki. Biar kami bisa berkumpul lagi satu sekolah dengan teman yang lain. Disini juga tidak ada bakul jajan,” ucap siswi tersebut.
Ketua Komite SDN 2 Sambongrejo, Janurman mengatakan, “Ruang kelas yang rusak parah dapat segera diperbaiki. Dan pembangunannya harus sesuai dengan regulasi yang benar,” ujar dia.
Sebagai informasi, jumlah siswa yang sekolah di rumah warga antara lain kelas 3 sebanyak 15 siswa, kelas 4 sebanyak 19 siswa, dan kelas 6 sebanyak 17 siswa. (afifah/lbi)

