liputanbangsa.com – Pendidikan vokasi identik dengan proses pembelajaran berbasis praktik di dunia kerja. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) kemendikbudristek Kiki Yuliati, mengatakan kehadiran praktisi di kampus merupakan hal yang sangat penting bagi pengembangan dan penguatan pendidikan vokasi.
Dengan adanya keterlibatan dan dukungan pimpinan Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi (PTPPV), Kiki berharap pelaksanaan Program Praktisi Mengajar Angkatan 2, dapat berlangsung lebih masif di masa mendatang.
“Sebagai program prioritas, kami harapkan kehadiran praktisi untuk mengajar di kampus-kampus vokasi akan memberikan perspektif (yang lebih) praktis, yakni perspektif yang lebih kontekstual terutama untuk teori-teori yang diberikan oleh dosen maupun bahan-bahan belajar bagi mahasiswa,” ujarnya pada Sabtu (18/2).
Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mengahadirkan salah satu program unggulannya, yakni Program Praktisi Mengajar dengan mengundang para praktisi ahli dalam berbagai bidang. Nantinya, dosen pengampu mata kuliah akan berkolaborasi dengan praktisi ahli yang terlibat proses pembelajaran di kampus.
Perguruan tinggi merupakan wadah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul. Oleh karena itu, Kiki berharap perguruan tinggi dapat membuka diri dengan menghimpun dukungan berbagai pihak dalam mengembangkan penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas.
Agar memastikan relevansi para lulusan sejalan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia industri, peningkatan dan perbaikan luaran pendidikan perlu dilakukan.
“Kita semua menyadari bahwa perkembangan dunia kerja terjadi begitu cepat, kemampuan perguruan tinggi untuk memberikan pendidikan yang dinamis dan relevan juga masih sangat terbatas,” katanya.
“Oleh sebab itu, kami ingin mengajak kampus-kampus untuk membuka diri, menunjukkan contoh dan teladan keseharian kepada mahasiswa bagaimana kita berkolaborasi,” pesannya.
Praktisi di perguruan tinggi bertujuan untuk melengkapi dan menguatkan apa yang telah diberikan dosen, bukan bersifat pengganti peran dosen.
Kiki mengatakan, melalui program ini para praktisi akan memahami bagaimana dunia kerja beroperasi karena ikut mendidik generasi muda Indonesia sehingga mahasiswa akan lebih siap untuk terjun ke dunia kerja atau berwirausaha.
“Kami harapkan para mahasiswa akan lebih lengkap mendapatkan pengetahuan keterampilan serta menguasai kompetensi yang mereka perlukan untuk masa depan,” tegasnya.
Sebanyak 12 ribu kolaborasi dan ribuan praktisi di lebih dari 800 perguruan tinggi di seluruh Indonesia dihasilkan dari penyelenggaraan Program Praktisi Mengajar tahun 2022.
Pada tahun ini, Program Praktisi Mengajar membuka peluang bagi lebih banyak kolaborasi antara dosen dengan praktisi di berbagai bidang.
Pada tanggal 19 Februari mendatang, Pendaftaran Praktisi Mengajar Angkatan 2 bagi perguruan tinggi, koordinator perguruan tinggi, koordinator dosen, dan praktisi akan dibuka.
“Kami membuka kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh perguruan tinggi penyelenggara pendidikan vokasi untuk ikut bergabung dan mengundang banyak praktisi untuk hadir di tengah-tengah kelas mahasiswa vokasi,” imbau Kepala Program Praktisi Mengajar dan Wirausaha Merdeka, Gamaliel Waney.
Sebagai informasi, masyarakat dapat mengakses informasi lebih lanjut terkait program Praktisi Mengajar melalui Instagram: @praktisimengajar maupun laman: https://praktisimengajar.kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/. (afifah/lbi)

