Pancasila sebagai paradigma berpikir dan bertindak di era globalisasi bisa menumbuhkan kecintaan pada tanah air
SEMARANG, LiputanBangsa – Seminar online bertajuk “Aku Indonesia Pancasila Sebagai Paradigma Berpikir dan Bertindak di Era Globalisasi Tahun 2023” digelar pada Kamis (22/6).
Acara seminar diikuti sebanyak 18.524 peserta dari berbagai kalangan, seperti ASN Provinsi Jateng, ASN kabupaten/kota di Provinsi Jateng, siswa jenjang SMA di Jateng hingga perguruan tinggi.
Adapun Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Dr. Irene Camelyn Sinaga, AP, M.Pd., Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Bangsa Kesbangpol Jateng, Pradhana Agung Nugraha S.STP, MM., dan KaPus LPPM Pusat Studi Demokrasi dan Ketahanan Nasional UNS, Dr. Sunny Ummul Firdaus, SH. MH.

Wujudkan Generasi Berkarakter Pancasila
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah menyatakan, tujuan kegiatan ini untuk mewujudkan generasi berkarakter Pancasila di tengah peradaban globalisasi.
Para siswa SMA di Jateng juga dilibatkan dalam seminar sebagai bagian dari harapkan terwujudnya generasi milenial sebagai agen perubahan dalam menumbuhkan peradaban global.
Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Ema Rachmawati hadir sebagai keynote speaker mewakili Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Ia menyatakan, saat ini generasi muda Indonesia dipaksa menerima transformasi perubahan menuju era digitalisasi dan globalisasi paska pandemi Covid-19.
“Pola pikir antara gen X, Z dan post gen Z ini sudah sangat berbeda. Tentu ini yang harus kita sikapi sebagai orang-orang tua kita juga harus bisa memahami pola pikir mereka tapi juga harus mengetahui bagaimana kerangka berpikir digital ini tetap ada dalam konteks Pancasila,” tegasnya.
Gempuran era globalisasi tidak selalu positif, Ema mengaku contoh lunturnya nilai Pancasila di era globalisasi ini di antaranya turunnya sikap nasionalisme dan patriotisme.
Plt Kepala BPSDMD Jateng, Sumarhendro kemudian menambahkan, seminar online ini bermaksud menyamakan persepsi dan penguatan komitmen bersama dalam menumbuhkan semangat kebangsaan dan kecintaan pada Pancasila.
“Sebagai salah satu upaya mendukung terwujudnya generasi berkarakter Pancasila untuk membangun peradaban dan menghadapi pertumbuhan global,” ujarnya dalam kegiatan seminar.
Oleh karena itu, dirinya mengajak untuk bersama-sama memberikan pemahaman bahwa Pancasila sebagai identitas diri dan bangsa yang tidak bisa digantikan dengan yang lain.
(ar/lb)

