liputanbangsa.com – Beberapa maskapai penerbangan internasional telah membatalkan layanan penerbangan ke Bandara Ben Gurion Tel Aviv Israel.
Pembatalan itu sehubungan dengan serangan militan Hamas terhadap Israel.
Para maskapai penerbangan memilih menunggu kondisi lebih tenang untuk keselamatan.
Dikutip dari Reuters pada hari Minggu, 8 Oktober 2023 maskapai penerbangan AS United Airlines (UAL.O), Delta Air Lines (DAL.N) dan American Airlines (AAL.O) telah membatalkan penerbangan langsung ke Tel Aviv, Israel
Maskapai penerbangan Amerika biasanya menjalankan layanan langsung dari kota-kota besar seperti New York, Chicago, Washington, DC dan Miami.
Maskapai United Airlines mengatakan pihaknya telah menjalankan dua penerbangan terjadwal ke Amerika dari Israel pada Sabtu malam dan Minggu pagi.
Namun, telah membatalkan penerbangan sampai kondisi memungkinkan untuk melanjutkan penerbangan.
Hainan Airlines, satu-satunya maskapai penerbangan Tiongkok yang terbang dari dan ke Israel, membatalkan penerbangan antara Tel Aviv dan Shanghai pada hari Senin, 9 Oktober 2023 dengan alasan situasi keamanan di Israel.

Maskapai ini juga mengoperasikan penerbangan antara Beijing dan Tel Aviv serta pusat teknologi selatan Shenzhen dan Tel Aviv.
Maskapai ini mengatakan akan menyesuaikan rencana penerbangan kedepannya tergantung pada situasinya.
Cathay Pacific juga membatalkan penerbangannya antara Hong Kong dan Tel Aviv pada hari Selasa, 10 Oktober 2023.
Cathay Pacific akan memberikan pembaruan lebih lanjut tentang penerbangan berikutnya pada hari Kamis.
Korean Air juga mengatakan pihaknya membatalkan penerbangan hari Senin 9 Oktober 2023 antara kota pelabuhan Incheon dan Tel Aviv dan belum mengetahui ke depannya seperti apa.
(ar/lb)

