JAKARTA, liputanbangsa.com – Setelah kasus penganiayaan yang dialami David ramai diperbincangkan, tak sedikit publik menaruh simpati kepada putera dari petinggi GP Ansor itu.
Diberitakan sebelumnya, David mengalami luka berat akibat dari penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy Satriyo atau Dandy, hingga menyebabkan David mengalami koma beberapa hari.
Dikabarkan, kini David sudah sadar, meski begitu tak banyak yang bisa dilakukan karena David belum sepenuhnya sadar.
Bahkan keluarga kini benar-benar memohon doa untuk kesembuhan David.Keluarga begitu khawatir, karena putra dari Jonathan Latumahina itu ternyata mengalami luka berat.
Kondisi terbaru David dikabarkan mengidap Diffuse Axonal Injury. Kondisi tersebut rupanya bisa berdampak buruk pada David.
Oleh sebab itu keluarga terus memohon doa untuk kesembuhan David.
Sementara itu, kabar baiknya David kini mulai menunjukkan sedikit kemajuan, namun belum sepenuhnya sadar.
Kemajuan ini terlihat dari GCS (glasgow coma scale), skala yang dipakai untuk mengetahui tingkat kesadaran pasien yang koma.
“Kondisi saat ini ada kemajuan dari GCS 4/15 ke 6/15,” ujar Syahwan Jumat (24/2/2023)., dikutip dari Kompas TV.
Menurut Syahwan, ada pergerakan kecil di tangan dan kaki korban.
“Kami memohon dukungan dan doa dari seluruh warga Indonesia, mudah-mudahan David ada perkembangan lebih baik,” imbuhnya.
Terpisah, anggota bidang cyber dan media PP GP Ansor Ahmad Taufiq menyebutkan bahwa David terkena diffuse axonal injury.
“Menurut dokter bahwa ananda David kena diffuse axonal injury,” ujarnya, masih dikutip dari sumber yang sama.
Taufiq menuturkan, kondisi tersebut disebabkan benturan keras seperti kecelakaan motor berkecepatan tinggi dan berakibat pada trauma mendalam di otak.
Lebih jelas, spesialis Bedah Saraf dari Rumah Sakit St. Elisabeth Semarang, Jawa Tengah, Christian Beta Kurniawan menjelaskan, diffuse axonal injury adalah cedera mikroskopis pada sel saraf otak.
Cedera itu terjadi secara diffuse atau menyeluruh terutama pada salah satu bagian otak yang disebut akson.
“Terjadi karena ada trauma atau cedera kepala,” ujarnya.
Christian menerangkan, cedera kepala bisa terjadi karena kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian, atau akibat benturan lain pada bagian kepala.
Menurut Christian, sebagian pasien ada yang berhasil sadar dan sembuh sempurna.
Kendati demikian, sebagian pasien juga mengalami gangguan kognitif maupun neurologis atau kecacatan, meski kondisinya telah membaik.
“Ada pula yang karena cukup berat bisa kondisi menurun, bahkan bisa koma berlanjut dan meninggal dunia,” papar Christian.
“Karena kerusakan juga sampai ke pusat-pusat vital otak,” imbuhnya. (dian/lbi)

