KPU Ingin Mahasiswa Kawal Pemilu 2024, Contohnya Menjadi Anggota KPPS – Liputan Online Indonesia

Petugas menunjukan surat kertas suara dalam simulasi pelaksanaan pemungutan suara di kantor KPU Pusat, Jakarta, Selasa (22/3/2022). Digelarnya simulasi pemilu, sebagai komitmen KPU untuk tetap melaksanakan Pemilu 2024. KPU menegaskan tidak terlibat dengan isu penundaan pemilu yang saat menjadi bola panas di kalangan elite partai. Dalam simulasi, ada dua metode dilakukan. Pertama tempat pemungutan suara (TPS) dengan menggunakan dua kertas suara dan TPS dengan tiga kertas suara. BeritaSatuPhoto/Joanito De Saojoao.

JAKARTA, liputanbangsa.comKetua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Ashari, mengajak perguruan tinggi untuk bisa berkontribusi dalam penyelenggaraan Pemilu 2024.

Menurut Hasyim, kerja sama dengan perguruan tinggi dapat digalang dalam upaya mengerahkan mahasiswa untuk mengawal jalannya prosesi pemilu.

Hasyim mengajak para rektor untuk mendukung penyelenggaraan pemilu.

Salah satu yang ditawarkan Hasyim, adalah dengan memfasilitasi mahasiswa untuk bisa berkontribusi sebagai anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

“Apalagi, dengan adanya program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, kampus bisa memberikan proporsi untuk kegiatan magang kepada mahasiswa,” tutur Hasyim melalui keterangan tertulis, Sabtu (23/12/2023).

Hal tersebut diungkapkan Hasyim saat menghadiri penandatanganan kerja sama antara KPU dan Forum Rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA).

Mahasiswa, kata Hasyim, akan ditempatkan di daerah asal mereka jika menjadi KPPS.

Hak pilih para mahasiswa juga tidak akan terganggu karena yang bersangkutan akan tetap bisa menggunakan hak suara mereka nantinya.

“Dan semua kebutuhan mahasiswa pun akan dipenuhi KPU. Honor akan dipenuhi oleh KPU,” tuturnya.

Di samping itu, Hasyim juga mendorong kampus untuk memberikan penyetaraan SKS yang besar bagi mahasiswa yang nantinya berkeinginan menjadi petugas KPPS.

“Walaupun durasi kerja sesungguhnya cuma 3 hari, yang H-1, Hari H dan H+1, tapi saya rasa pemberian SKS yang besar kepada mahasiswa merupakan bentuk kehadiran ekspresi kedaulatan,” tuturnya.

Sementara itu Rektor UMJ, Ma’mun Murod mengatakan, dengan pembentukan Forum Rektor PTMA, maka perguruan tinggi Muhammadiyah kini bisa memberikan sumbangsih lebih kuat baik dalam bentuk gagasan maupun dalam bentuk kegiatan.

Salah satunya, kerja sama yang dijalin dengan KPU ini menjadi bentuk penguatan peran dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah dalam prosesi pemilu yang tengah berjalan saat ini.

“Ya jadi, kan apa ya, Muhammadiyah kan punya cukup banyak perguruan tinggi, sampai per hari ini 171, itu kan tentu harus ada kata-kata mengenai gerakan yang memang sangat serius untuk melakukan penguatan-penguatan diri untuk perguruan tinggi Muhammadiyah,” kata Ma’mun.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *