Solo Traveling Perdana? Ini Cara Agar Liburanmu Lebih Berkesan – Liputan Online Indonesia

JAKARTA, liputanbangsa.comKita tak harus mengunjungi berbagai negara atau berjalan ribuan mil untuk merasakan jadi solo traveler atau perjalanan seorang diri.

Mungkin kita bisa menikmati kebebasan untuk berkelana sesuai kemauan kita, atau berkesempatan bertemu orang-orang baru, atau bisa juga menikmati tiupan angin segar di pantai tropis.

Namun, perjalanan seorang diri seringkali menimbulkan kekhawatiran, khususnya saat terjadi kendala.

Tentu bagi solo traveler, keamanan harus menjadi prioritas. Jadi, siapkah kita menjadi solo traveler?

Melansir CNA pada Rabu, (14/8/2023), berikut tips untuk membuatkan lebih berkesan.

1. Cari yang Mudah

Menurut Carolyn Ray dari JourneyWoman, sebuah situs khusus untuk solo traveler yang telah mengunjungi puluhan negara seorang diri, kita harus pilih perjalanan awal kita dengan yang mudah.

Untuk meredam kecemasan, pilihlah destinasi di negara atau tempat di mana mayoritas orang menggunakan bahasa kita.

Dia menyarankan untuk memilih tempat menginap yang memiliki area bersama agar dapat berinteraksi dengan sesama pelancong dan yang dekat dengan objek wisata utama.

 

2. Manfaatkan Keuntungan Berpergian Sendiri

Kat Fleischman, seorang humas profesional yang telah bepergian solo sejak usia 18 tahun menyatakan bahwa orang-orang sering mendapatkan diskon tiket di acara-acara jika mereka membeli mendekati waktu acara.

Dia juga menyarankan untuk mengecek diskon khusus untuk orang yang menginap sendiri di hotel.

 

3. Bergabung ke Organisasi/Komunitas

Platform seperti Meetup dan Fun JetSetter membantu kita berbaur dengan orang-orang yang memiliki hobi atau minat serupa.

Sebuah pencarian cepat online dapat menunjukkan banyak alternatif.

Kita bisa menikmati makan malam bersama penduduk lokal dan turis lainnya di Eatwith.

Bergabung dengan peminat alam lainnya melalui kelompok seperti Alaska Outdoors di Anchorage yang mengatur aktivitas mendaki.

Jelajahi lokasi baru untuk hobi kita melalui situs-situs seperti Pickleball NSW di New South Wales, Australia.

Grup Facebook untuk ekspatriat, seperti Ekspatriat Malaga Spanyol, menyediakan rekomendasi lokal dan kesempatan bertemu orang baru.

Beberapa hostel dan penginapan sering mengorganisir kegiatan bersama.

Kita mungkin menemukan diri kita mengambil kelas kayak, menghadiri sing-a-long, menonton pertunjukan drag queen, atau bergabung dengan klub dansa.

 

4. Berinteraksi dengan Warga Setempat

Bila kita makan seorang diri, kita lebih berpotensi berinteraksi dengan orang di sekitar.

Sebagai tips, Ray menyarankan untuk “Membawa buku berbahasa Inggris agar menarik perhatian penutur bahasa Inggris lainnya.”

Beberapa aplikasi pertemanan menawarkan fitur “teman” untuk pelancong solo.

Pastikan selalu berhati-hati, bertemulah di area publik, dan beritahu seseorang tentang rencana kita.

5. Berhati-Hati dalam Berbagi Info

Pastikan untuk tidak memberikan informasi pribadi secara sembarangan, menerima ajakan, atau mempercayakan barang kita pada orang yang baru dikenal.

Ray menyarankan untuk membawa palang pintu karet sebagai tambahan keamanan di penginapan kita serta alarm kunci yang berbunyi keras.

 

6. Rencana Cadangan

Jika kita merasa tersesat, Fleischman menyarankan agar kita tidak berhenti di tengah jalan untuk melihat ponsel, tapi masuklah ke kafe atau toko.

Saat berjalan, sebaiknya gunakan earbud untuk mendengarkan petunjuk dari aplikasi pemetaan daripada melihatnya di ponsel.

Gunakan kode rahasia yang hanya kita dan beberapa orang dekat di rumah kenal, agar jika kita memerlukan bantuan finansial, mereka bisa membedakan apakah itu kita atau orang yang berpura-pura menjadi kita.

Simpan juga backup digital dari dokumen vital seperti paspor, asuransi, dan jadwal perjalanan Anda.

Pertimbangkan juga untuk memberi tahu mereka tentang posisi kita melalui aplikasi di ponsel.

 

7. Berani Coba

“Berani keluar dari kebiasaan dan menerima hal-hal baru dapat memberi kita momen-momen paling tak terlupakan selama perjalanan solo,” ujar Ray.

Dia menyarankan agar kita tidak selalu berpegang pada rutinitas atau cara-cara yang biasa dilakukan.

Dalam konteks perjalanan, ini bisa berarti mencoba kegiatan baru, mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya, atau bahkan berinteraksi dengan budaya yang berbeda.

 

8. Catat Pengalaman

Perjalanan solo memberi kesempatan untuk memperkuat kepercayaan diri kita.

Menurut Ray, dan mencatat baik dalam bentuk tulisan, audio, atau video tentang apa yang kita capai, hambatan kita, dan keberhasilan kita, akan membantu kita merefleksikannya.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *