BLITAR, liputanbangsa.com – Kasus ledakan petasan yang terjadi di Dusun Sadeng, Desa Karang Bendo, Kabupaten Blitar pada Minggu (19/2) sekitar pukul 22.30. Mendapat perhatian serius dari pihak kepolisian di Polda Jawa Timur untuk pengusutannya.
Bahkan Polda Jawa Timur langsung menurunkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) guna membantu penyelidikan di lokasi kejadian. Hal tersebut diungkapkan langsung Kombes Pol Sodiq Pranoto Kabid Labfor Polda Jatim.
Sodiq mengatakan, Labfor dikerahkan untuk menindaklanjuti peristiwa ledakan hebat yang diduga dari bahan petasan.
Menurutnya total ada delapan orang yang terjun dari tim Labfor. Kemudian tim dibagi menjadi dua, yakni masing-masing empat orang dengan tugas mengidentifikasi bahan peledak dan korban.
Labfor diturunkan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Toni Harmanto ke lokasi pada Senin (20/2). Hasil laboratorium forensik (Labfor) yang diterjunkan Polda Jatim belum keluar hingga kini.

Toni mengatakan, Tim Labfor Polda Jatim diterjunkan untuk mengungkap secara detail mulai dari jenis bahan yang menimbulkan ledakan hingga penyuplai bahan tersebut.
”Kita masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut, sudah kita terjunkan Tim Labfor,” ujar Toni Harmanto, alumnus akpol 1988 itu.
Hingga saat ini, menurutnya, petugas kepolisian dan juga Tim Labfor Polda Jatim masih berada di lokasi. Untuk melakukan proses evakuasi kepada para korban dan melakukan penyelidikan.
Ledakan yang diduga bahan petasan mengakibatkan satu rumah roboh dan belasan rumah lainnya rusak. Ledakan petasan tersebut juga mengakibatkan sebanyak empat orang meninggal dunia dan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka.
Dalam sejumlah video amatir memperlihatkan rumah pemilik petasan yang telah hancur rata dengan tanah, setelah terjadi ledakan petasan yang hebat itu.
Ledakan akibat petasan tersebut diduga terjadi karena terbakarnya bahan peledak yang disimpan korban di rumahnya.
Kapolda juga menegaskan, kepolisian akan menindak tegas pembuat dan penjual petasan menjelang Ramadan.
”Iya, kita akan tindak tegas penjual dan pembuat petasan, apalagi ini menjelang Ramadhan,” tegas Toni Harmanto, mantan Kapolda Sumatera Selatan itu. (dian/lbi)

