SEMARANG, liputanbangsa.com – Undip menjadi salah satu universitas yang mendorong keterampilan dan pendidikan anak usia dini. Untuk mewujudkannya Undip gelar Seminar Pendidikan Karakter Anak Usia Dini untuk Guru PAUD.
Seminar itu juga dilakukan sebagai bentuk penghormatan pada guru-guru PAUD yang menjadi pendidik anak-anak setelah orang tua pada masa tumbuh kembangnya.
Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.HuM, dalam seminar yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undip di gedung Prof. Soedarto, S.H. Undip Tembalang, kemarin.
“Kesuksesan anak-anak sangat didukung oleh guru-guru PAUD yang mengajari kasih sayang dengan bahasa yang halus. Jika kita berbicara tentang amal jariyah, maka salah satunya adalah anak-anak yang saleh dan salehah, murid-murid yang dididik dengan baik oleh para guru adalah amal yang tak pernah putus,” terang Rektor.
Dalam sambutannya Prof. Yos mengatakan tentang peribahasa Jawa Pager Mangkok Luwih Kuat Tinimbang Pager Tembok.
Jika diartikan hubungan antar guru PAUD dan anak didik layaknya membangun pagar rumah. Dimana jika dilandasi dengan rasa saling memberi dan menyayangi akan mengokohkan persaudaraan dan hubungan antar sesama.
Dengan kedekatan dan kasih sayang yang dibangun antara guru PAUD dan siswanya akan menjadi jalan keselamatan dan kesuksesan calon-calon pemimpin generasi masa depan.
Ketua LPPM Undip, Prof. Dr. Jamari, S.T., M.T. mengatakan, pada acara Seminar Pendidikan Karakter Anak Usia Dini mengundang sejumlah guru PAUD dari Kecamatan Banyumanik dan Kecamatan Tembalang yang meliputi 23 kelurahan.
Dan rencananya acara ini secara bertahap akan berlanjut dengan pelatihan khusus untuk guru Paud agar dapat meningkatkan kompetensi, kapasitas dan kapabilitas mereka.
Tujuan program kegiatan antara lain untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru PAUD dalam memahami karakteristik AUD (Anak Usia Dini) secara psikologi, serta meningkatkan pemahaman guru PAUD dalam kemampuan mengassessmen AUD dalam perspektif pembelajaran melalui bermain.
Selain itu juga meningkatkan pemahaman filosofi merdeka belajar yang belum utuh dipahami guru PAUD, sekaligus memberikan keterampilan guru PAUD dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna sebagai inti dari kurikulum merdeka.
“Khususnya dalam keterampilan membuat pertanyaan terbuka untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak usia dini,” jelas Prof. Jamari.
Pada acara Seminar Pendidikan Karakter Anak Usia Dini turut menghadirkan Dr. Eko Setiawan, S. Pd. I., M. Pd. (Universitas Islam Malang) dan Dra. Darosy Endah Hyoscyamina, M.Pd. (Fakultas Psikologi Undip) sebagai pembicara pada seminar ini.
Dalam closing statement, Dr. Eko mengatakan guru yang profesional adalah guru yang tidak berhenti belajar.
Sementara Dra. Darosi menyampaikan tidak ada kata terlambat dalam belajar.
“Mari bersama-sama bermuhasabah dan introspeksi diri, selalu berdoa, berusaha, ikhlas, tawakal, sabar, dan bersyukur. Mari kita menjadi guru yang menyenangkan, mendidik anak-anak PAUD menjadi mandiri, belajar dan terus belajar,” pungkas Darosi.
(heru/lbi)

