Video Viral Sembuhkan Diabetes Pakai Soda Kue : Hoax

liputanbangsa.comSebuah video yang beredar di media sosial Facebook mengklaim sebagai testimoni penyembuhan diabetes hanya dengan menggunakan soda.

Dalam video tersebut, seorang perempuan bernama Lestari mengaku bahwa ibunya yang berusia 63 tahun sembuh dari diabetes selama 20 tahun tanpa obat, tanpa dokter, dan tanpa diet ketat, hanya dengan mengonsumsi soda yang diklaim bisa membersihkan pankreas dan mengatur kadar gula darah secara alami.

Namun, berdasarkan laman komdigi.go.id, menunjukkan bahwa video testimoni tersebut adalah hasil rekayasa yang dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Verifikasi menggunakan alat pendeteksi AI Hive Moderation menunjukkan bahwa 99% konten video tersebut dibuat dengan teknologi AI, dengan gerakan bibir yang tidak alami dan area bibir yang lebih kabur dibandingkan bagian wajah lainnya, menandakan adanya sinkronisasi bibir yang dipalsukan.

Selain itu, analisa suara dengan aplikasi AI or Not juga mendeteksi bahwa suara dalam video tersebut palsu dan dibuat dengan AI.

 

Penelitian

Menurut David Chen, seorang peneliti di Center for Infectious Disease Education and Research, Osaka University sekaligus apoteker, kandungan soda kue yang berupa natrium bikarbonat (NaHCO3) tidak memiliki efek menurunkan kadar gula dalam darah.

Senyawa ini tergolong tidak berefek pada tubuh, sehingga larutan soda kue tidak dapat menyembuhkan diabetes seperti yang diklaim dalam video tersebut.

Dari pemeriksaan yang sudah dilakukan, faktanya video testimoni tersebut adalah hoaks dan menyesatkan.

Baik audio maupun video dalam konten tersebut terbukti dimanipulasi oleh AI, sehingga klaim kesembuhan diabetes tanpa pengobatan medis yang benar tidak dapat dipercaya.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengutamakan pengobatan medis yang resmi dan terbukti secara ilmiah dalam menangani penyakit diabetes.

Klaim penyembuhan instan dengan soda kue tidak memiliki dasar ilmiah.

Ini berpotensi membahayakan kesehatan jika dijadikan pengobatan alternatif tanpa pengawasan dokter.

 

(ar/lb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *